IHSG Anjlok 5 Persen di Tengah Sentimen Harga Minyak
| (Foto IHSG dari Google Finansial) |
Penyebab Utama
Lonjakan harga minyak dunia, dengan Brent menembus USD 80 per barel, dipicu eskalasi konflik AS-Iran yang memicu kekhawatiran inflasi dan risiko fiskal bagi Indonesia sebagai importir minyak bersih. Penurunan outlook kredit Indonesia oleh Fitch Ratings dari stabil ke negatif juga memperburuk sentimen, meski rating tetap BBB.
Dampak Pasar
Sebanyak 748 saham turun, hanya 68 naik, dengan IHSG sempat menyentuh di bawah 7.600; bursa regional seperti Nikkei dan Hang Seng ikut melemah. Harga minyak Brent naik ke USD 81-82 per barel, sementara rupiah tertekan mendekati Rp16.800/USD.
Pengamat sarankan sikap wait-and-see hingga akhir Maret 2026, dengan volatilitas tinggi jika minyak Brent tembus USD 90; support IHSG di 7.500-7.900.

