Investor Akumulasi Beli pada Sebagian Tenor SUN
Pasar Surat Utang Negara (SUN) menunjukkan sentimen positif di awal 2026, dengan sebagian investor mulai melakukan akumulasi beli pada sejumlah tenor tertentu. Kondisi ini mencerminkan ekspektasi imbal hasil yang menarik dan relatif stabilnya kebijakan fiskal–moneter pemerintah, di tengah BI yang mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% hingga awal tahun ini.
Arah investor yang “borongan” di beberapa tenor SUN terlihat dari pola peningkatan permintaan dalam sejumlah lelang dan transaksi di pasar sekunder. Kondisi ini juga terbantu oleh langkah sinergi Bank Indonesia yang tetap membeli SBN sebagai bagian dari operasi moneter, sehingga likuiditas pasar tetap terjaga dan memberi ruang bagi investor untuk mengakumulasi portofolio obligasi negara.
Pemerintah juga terus mengelola portofolio utang melalui mekanisme debt switch dan lelang SUN bertahap, yang memberikan variasi tenor baru dan menarik bagi investor domestik maupun asing. Dengan struktur pasar yang makin terdalam dan mekanisme koordinasi kebijakan fiskal–moneter yang jelas, khususnya melalui rapat koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, pasar SUN 2026 berpotensi menjadi instrumen investasi yang relatif menarik bagi investor yang ingin mengejar imbal hasil tetap dengan profil risiko lebih rendah.

