iPhone Air Melesat di Pasar: Penjualan Hampir 2 Kali iPhone 16 Plus

iPhone Air Melesat di Pasar: Penjualan Hampir 2 Kali iPhone 16 Plus

iPhone Air diyakini jauh lebih sukses dibandingkan iPhone 16 Plus yang dulu menduduki pos selaras di lini iPhone sebelumnya. Data independen dari Ookla menunjukkan bahwa model ultra‑tipis Apple ini menarik minat pasar lebih besar dari yang diperkirakan, sekaligus menguatkan keputusan Apple menutup segmen “Plus” demi eksperimen desain Air.

Seperti apa performa iPhone Air?

iPhone Air Melesat di Pasar: Penjualan Hampir 2 Kali iPhone 16 Plus

Menurut laporan Ookla berdasarkan sampel Speedtest, iPhone Air menyumbang sekitar 6,8 persen dari total “porsi” penggunaan seri iPhone 17 di periode peluncuran. Angka ini kira‑kira dua kali lipat dari iPhone 16 Plus di generasi sebelumnya, yang hanya menyumbang sekitar 2,9 persen pada lini iPhone 16.

Laporan ini, meski tidak resmi dari Apple, cukup menggambarkan arah minat pembeli karena memetakan behavior nyata pengguna yang melakukan uji kecepatan jaringan di smartphone‑nya. Dengan kata lain, iPhone Air bukan sekadar “barang niche”, tapi model yang punya penetrasi cukup solid di tengah keluarga iPhone 17.

Mengapa Air lebih diminati?

Salah satu keunggulan utama iPhone Air adalah diferensiasi yang jelas: desain ultra‑tipis dengan profil yang lebih ramping menjadikannya “alternatif ringan” antara iPhone 17 biasa dan model Pro. Kontrasnya, iPhone 16 Plus sering dianggap hanya sebagai versi lebih besar dari iPhone 16 biasa, tanpa keunggulan fitur signifikan yang membuatnya menonjol.

Data Ookla juga menunjukkan bahwa sebagian pembeli iPhone 17 Pro tampaknya “turun kasta” ke Air, karena pangsa iPhone 17 Pro sedikit turun sementara Air melonjak. Ini mengindikasikan bahwa banyak pengguna memilih Air karena kombinasi desain tipis, harga yang relatif lebih rendah dari Pro, dan performa yang masih kuat.

Dampak di pasar global dan terhadap kompetitor

Di luar AS, iPhone Air justru terlihat lebih populer, dengan pangsa penggunaan sekitar 11,2 persen di Korea Selatan, 8,9 persen di Jepang, dan 8,4 persen di Singapura. Di Amerika Serikat, iPhone Air juga mengungguli Samsung Galaxy S25 Edge dengan rasio sampel sekitar 3:1, padahal penetrasi S25 Edge di Eropa seperti Inggris dan Jerman masih sangat rendah.

Fakta ini menunjukkan bahwa segmentasi “ultra‑thin flagships” memang menarik di beberapa pasar Asia, sekaligus menegaskan bahwa Apple kini punya satu model lagi yang bisa menarik konsumen dari jalur premium Android. Bagi Apple, laporan ini dapat dianggap sebagai konfirmasi bahwa taruhan pada desain tipis dan simplifikasi lini (Plus vs Air) setidaknya cukup menguntungkan.

 

Next Post Previous Post