Iran Buka Terbatas Selat Hormuz, Begini Keadaan Dua Kapal Pertamina di Teluk Arab
Iran baru-baru ini membuka akses terbatas ke Selat Hormuz setelah sempat menutupnya akibat eskalasi konflik dengan AS dan Israel. Dua kapal Pertamina, yaitu VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di Teluk Arab dan belum bisa melintasi selat tersebut hingga sekitar 12 Maret 2026, meski keduanya dalam kondisi aman.
Status Selat Hormuz
Iran mengizinkan pelayaran internasional melalui Selat Hormuz, tapi kapal yang dianggap "musuh" dilarang melintas. Kapal lain harus melapor ke otoritas Iran untuk mendapatkan izin, dengan prioritas pada diplomasi via IMO. Situasi ini muncul setelah penutupan sementara pada awal Maret 2026 oleh IRGC.
Kondisi Kapal Pertamina
Pertamina Pride (VLCC): Mengangkut minyak mentah untuk kebutuhan energi domestik Indonesia, dikelola dengan NYK.
Gamsunoro: Mengangkut kargo untuk pihak ketiga (non-Pertamina).
Kedua kapal menunggu situasi aman sambil dipantau Pertamina International Shipping (PIS). Hingga pembaruan terbaru, belum ada konfirmasi mereka telah keluar.
Upaya Indonesia
Pemerintah RI melakukan negosiasi dengan Iran untuk membebaskan kedua kapal. Pertamina prioritaskan keselamatan kru dan kargo. G7 juga terlibat menjaga keamanan pelayaran di wilayah tersebut.

