Jadwal Pencairan THR ASN dan Swasta 2026: Estimasi dan Komponen
Jadwal pencairan THR 2026 untuk ASN dan swasta masih dalam bentuk estimasi karena belum ada pengumuman resmi dari pemerintah hingga Maret 2026. THR ASN kemungkinan cair lebih awal di minggu pertama Ramadan, sementara swasta wajib paling lambat H-7 Lebaran.
Estimasi Jadwal Pencairan
Idulfitri 1447 H diproyeksikan jatuh pada 20-22 Maret 2026, memengaruhi jadwal THR.
ASN (PNS, PPPK, TNI/Polri, pensiunan): 6-11 Maret 2026 (10-15 hari kerja sebelum Lebaran) atau mulai 26 Februari jika sesuai pola minggu pertama puasa.
Swasta: 13-15 Maret 2026 (H-7 Lebaran), sesuai Permenaker Nomor 6/2016.
Pengumuman resmi oleh Presiden Prabowo Subianto setelah PP diterbitkan; anggaran Rp55 triliun sudah disiapkan.
Komponen THR ASN
THR ASN setara satu bulan gaji plus tunjangan, berdasarkan PP Nomor 11/2025 atau PP Nomor 5/2024, tanpa potongan pajak negara.
|
Komponen |
Dasar Perhitungan |
Penerima |
|
Gaji pokok |
Pangkat, golongan, masa kerja |
Semua ASN |
|
Tunjangan keluarga |
Suami/istri + anak sah |
Berstatus berkeluarga |
|
Tunjangan pangan |
Harga beras/tunai |
Semua ASN |
|
Tunjangan jabatan |
Jabatan struktural/fungsional |
Berjabatan |
|
Tunjangan kinerja |
Capaian kerja instansi |
ASN pusat/daerah |
Estimasi Besaran THR
Golongan Ia: Rp1,68-2,52 juta; Ib: Rp1,84-2,7 juta (berdasarkan gaji bulanan).
Pensiunan: Tambah tunjangan penghasilan (PP 21/2025).
Swasta: 1 bulan upah terakhir, prorata jika <1 tahun kerja.
Pastikan cek slip gaji terakhir dan pantau pengumuman resmi Kemenkeu atau Menaker untuk konfirmasi.

