Jaga Likuiditas Saham, Emiten Menggelar Aksi Buyback

Jaga Likuiditas Saham, Emiten Menggelar Aksi Buyback
Emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin gencar melakukan aksi buyback saham pada awal 2026 untuk menjaga likuiditas dan stabilitas harga di tengah volatilitas pasar. Langkah ini juga menjadi sinyal kepercayaan manajemen terhadap fundamental perusahaan.

Alasan Utama Buyback

Aksi korporasi ini bertujuan menahan penurunan harga saham pasca-pengumuman pembekuan rebalancing indeks MSCI, yang memicu koreksi signifikan pada beberapa emiten seperti BRPT (turun 34,17%) dan CDIA (34,99%). Selain itu, buyback membantu mengelola valuasi saat pasar fluktuatif dan memastikan harga mencerminkan nilai fundamental.

Emiten dan Dana Alokasi

Hingga pertengahan Maret 2026, total dana buyback mencapai puluhan triliun rupiah, dengan emiten besar seperti:

ADRO: Rp4 triliun, untuk tingkatkan likuiditas.

BBNI: Rp905 miliar (periode hingga Maret 2027).

NOBU: Rp50 miliar (hingga Juni 2026).

BBCA dan lainnya seperti ASII, TOBA, serta TOWR (Rp300 miliar).

Emiten

Dana Buyback (Rp)

Periode

ADRO

4 triliun

2026

BBNI

905 miliar

Mar 2026-2027

TOWR

300 miliar

Feb-Mei 2026

Dampak bagi Investor

Buyback dapat meningkatkan earnings per share (EPS) karena saham beredar berkurang, tapi investor disarankan cek free float untuk hindari risiko likuiditas rendah akibat regulasi 15% free float. Analis melihat ini sebagai "shock absorber" positif bagi IHSG, meski volatilitas berlanjut.

Next Post Previous Post