JP Morgan dan Dimensional Fund Ambil Untung dari Saham BRMS, Prospek Masih Menarik

JP Morgan dan Dimensional Fund Ambil Untung dari Saham BRMS, Prospek Masih Menarik
JP Morgan dan Dimensional Fund baru-baru ini merealisasikan keuntungan dari saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) setelah reli signifikan hingga pertengahan Maret 2026, di tengah koreksi harga saham sekitar -24,55% year-to-date ke level Rp830 per saham.

Aktivitas Investor Asing

Investor institusi global seperti JP Morgan dan Dimensional Fund menjual sebagian kepemilikan mereka yang sebelumnya diakumulasi pada harga rendah.

Meski demikian, saham BRMS disebut sudah premium tapi masih wajar jika mempertimbangkan ekspektasi ekspansi produksi.

Prospek Produksi 2026

JP Morgan dan Dimensional Fund Ambil Untung dari Saham BRMS, Prospek Masih Menarik
(Foto Saham BRMS dari Google Finansial)
BRMS diproyeksi tingkatkan produksi emas hingga 80 ribu ounce pada 2026, naik dari 69-71 ribu ounce di 2025, didukung pabrik baru di Palu berkapasitas 2.000 ton bijih per hari (selesai Oktober 2026).

Kapasitas pengolahan naik dari 500 ton per hari, plus pengeboran di proyek tembaga Gorontalo Minerals dan penambangan emas bawah tanah mulai 2027 dengan kadar lebih tinggi (4,9 g/t vs 1,5 g/t).

Proyeksi Keuangan

Pendapatan diproyeksi US$379 juta dan laba bersih US$127 juta di 2026, melonjak dari US$238 juta dan US$51 juta di 2025, serta US$162 juta dan US$24 juta di 2024.

Prospek didorong tren harga emas global yang kuat dan penjualan on-the-spot.

Faktor Pendukung Lain

Masuk indeks MSCI/FTSE sebelumnya tarik inflow asing seperti VanEck, meski kini ada profit taking.

Optimisme tetap tinggi berkat ekspansi Grup Bakrie-Salim di mineral, walau pasar domestik tekanan akibat rupiah lemah dan minyak naik.

Next Post Previous Post