Karyawan Swasta Terima THR Maksimal 14 Maret 2026
Karyawan swasta berhak menerima Tunjangan Hari Raya (THR) Idulfitri 2026 paling lambat 14 Maret 2026, sesuai ketentuan Permenaker Nomor 6 Tahun 2016 yang mewajibkan pencairan maksimal H-7 Lebaran (dengan Lebaran diprediksi 21-22 Maret).
Jadwal Pencairan
Perusahaan swasta wajib membayar THR penuh tanpa cicilan paling lambat 7 hari sebelum Lebaran, sehingga batas akhirnya jatuh pada 13-14 Maret 2026. Banyak perusahaan mencairkan lebih awal, sekitar 7-14 Maret, agar pekerja bisa mengatur kebutuhan keluarga. Pencairan telat dikenai denda 5% dari jumlah THR.
Ketentuan Besaran
THR setara 1 bulan gaji pokok plus tunjangan tetap untuk masa kerja ≥1 tahun. Untuk masa kerja <1 tahun, dihitung proporsional dengan rumus (masa kerja/12) × 1 bulan gaji, berlaku juga untuk pekerja kontrak atau freelance. Total THR swasta 2026 diproyeksi Rp124 triliun untuk 26,5 juta pekerja.
Perbandingan dengan PNS
|
Sektor |
Batas Maksimal Pencairan |
Dasar Aturan |
|
Swasta |
H-7 Lebaran (14 Maret) |
Permenaker 6/2016 |
|
PNS |
H-10 Lebaran (11-12 Maret) |
PP terkait ASN |

