Kepala Divisi Qwen AI Alibaba Mundur
Kepala divisi model kecerdasan buatan (AI) Qwen milik Alibaba Group, Lin Junyang, mengumumkan pengunduran dirinya pada 4 Maret 2026. Pengumuman ini datang hanya dua hari setelah perusahaan merilis produk terbaru.
Latar Belakang Pengunduran Diri
Lin Junyang, juga dikenal sebagai Justin Lin, menyampaikan perpisahannya melalui postingan di X dengan kalimat "Farewell my cherished Qwen" atau variasi "Bye my beloved Qwen". Ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan mundur. Alibaba dan Lin belum merespons permintaan komentar dari media seperti Reuters.
Pengunduran diri ini menjadi yang ketiga dari eksekutif senior Qwen tahun ini. Sebelumnya, Yu Bowen (kepala post-training) mundur pada hari yang sama, sementara Hui Binyuan (peneliti coding) pergi pada Januari. Tiga anggota tim ini mengumumkan kepergiannya di X tanpa menyebutkan apakah sukarela atau tidak.
Performa Qwen yang Mengesankan
Aplikasi mobile Qwen mencatat lonjakan pengguna aktif bulanan (MAU) menjadi 203 juta pada Februari 2026, naik drastis dari 31,05 juta di Januari. Kini, Qwen menempati peringkat ketiga global, di belakang ChatGPT milik OpenAI dan Doubao dari ByteDance, menurut data AICPB.com. Pertumbuhan ini didorong kampanye promosi agresif raksasa teknologi China saat perayaan Tahun Baru Imlek.
Qwen dikenal produktif di komunitas machine learning internasional, merilis puluhan model generatif open-source sejak musim panas lalu, dengan lebih dari 600 juta unduhan. Kepergian Lin, yang memimpin Qwen dari proyek lab menjadi powerhouse global, menimbulkan kekhawatiran bagi Alibaba Cloud.
Dampak Pasar dan Implikasi
Saham Alibaba (9988.HK) turun hingga 4,5% di Hong Kong pada 4 Maret, lebih buruk dari penurunan pasar secara keseluruhan (2,8%), di tengah kekhawatiran investor soal konflik Iran. Mundurnya pemimpin teknis yang pernah memperingatkan kesenjangan dengan OpenAI ini mempertanyakan pivot Alibaba ke AI.

