Ketegangan Timur Tengah Dorong Lonjakan Harga Saham Emas
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya eskalasi konflik AS-Israel melawan Iran, telah memicu lonjakan harga emas dunia sebagai aset safe haven.
Latar Belakang Konflik
Serangan AS dan Israel ke Iran menyebabkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, memicu respons balasan Iran terhadap aset AS di wilayah tetangga seperti UEA, Arab Saudi, dan Irak.
Ketegangan ini mengganggu lalu lintas maritim di Teluk Persia, termasuk potensi penutupan Selat Hormuz yang vital bagi 20-25% pasokan minyak global.
Investor global beralih ke emas untuk lindung nilai, didorong juga oleh kebijakan perdagangan agresif Presiden Trump.
Pergerakan Harga Emas
| (Foto Harga Emas Dunia dari TradingView) |
Di pasar domestik Indonesia, harga logam mulia berpotensi tembus Rp 3,4 juta per gram akibat eskalasi ini.
Emas catat kenaikan bulanan ketujuh berturut-turut di Februari 2026, rekor sejak 1973, didukung pembelian bank sentral.
Dampak Saham Emas
| (Foto Saham EMAS dari Google Finansial) |
Investor panik borong emas fisik, sementara saham energi ikut naik karena lonjakan harga minyak.
Analis sarankan pantau eskalasi lebih lanjut untuk arah harga jangka pendek.

