KOSPI Anjlok Lebih dari 4% Saat Nilai Tukar Won-Dolar Tembus 1.500

 

KOSPI Anjlok Lebih dari 4% Saat Nilai Tukar Won-Dolar Tembus 1.500

Indeks saham KOSPI Korea Selatan mengalami penurunan tajam melebihi 4% akibat pelemahan won terhadap dolar AS yang menembus level kritis 1.500 untuk pertama kalinya sejak 2009. Peristiwa ini dipicu oleh eskalasi konflik Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak dunia.

Latar Belakang Pelemahan Won

Won Korea Selatan sempat mencapai 1.505,8 per dolar AS pada sesi perdagangan awal Maret 2026, sebelum sedikit pulih ke kisaran 1.472-1.485. Eskalasi konflik melibatkan serangan udara Israel-AS ke Iran dan balasan Iran di Teluk, mengganggu pasokan minyak yang menyumbang 70% impor energi Korea Selatan dari Timur Tengah. Hal ini memicu kekhawatiran inflasi global dan risk-off sentiment, mendorong investor asing menjual aset Korea.

Penurunan Drastis Indeks KOSPI

KOSPI Anjlok Lebih dari 4% Saat Nilai Tukar Won-Dolar Tembus 1.500
(Foto KOSPI dari Google Finansial)
KOSPI turun 193,19 poin atau 3,34% ke 5.598,72 pada satu sesi, setelah sebelumnya anjlok 7,24%—penurunan harian terbesar sejak Agustus 2024—memicu mekanisme circuit breaker untuk hari kedua berturut-turut. 

Penurunan kumulatif dua hari hapus kapitalisasi pasar hingga 562,4 triliun won (US$379,97 miliar), dengan saham besar seperti Samsung Electronics (-2,20%) dan Hyundai Motor (-3,53%) terpukul keras. Investor asing jual bersih 370 miliar won, melanjutkan aksi jual selama 10 hari.

Dampak Ekonomi dan Pasar

Korea Selatan, importir minyak terbesar keempat dunia, rentan terhadap kenaikan harga minyak di atas US$82 per barel yang bisa tekan pertumbuhan ekonomi dan neraca berjalan. Analis Kiwoom Securities Lee Sung-hoon menyebut pelemahan won saling terkait dengan jual saham asing di tengah sentimen negatif global. Pasar valuta asing dan saham Korea menunjukkan volatilitas tinggi sejak awal Maret 2026, dengan dolar indeks melonjak di atas 100.

Prospek dan Respons Pasar

Ekonom BNY Mellon soroti ketergantungan energi Korea pada Teluk sebagai pemicu utama. Meski won sempat stabil di 1.477-1.494 pada sesi berikutnya, analis prediksi fluktuasi lanjutan di kisaran 1.500 akibat ketegangan berkepanjangan. Pasar global seperti Dow Jones (-0,8%), S&P 500 (-0,9%), dan Nasdaq (-1,0%) juga terdampak kekhawatiran inflasi dan penurunan ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed.

Next Post Previous Post