Laba CDIA Melesat Tiga Kali Lipat Capai Rp2 Triliun pada 2025
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, mencatat kinerja keuangan luar biasa sepanjang 2025 dengan laba bersih yang melonjak signifikan.
Kinerja 9 Bulan Pertama 2025
Laba bersih CDIA hingga kuartal III-2025 mencapai USD83,5 juta (sekitar Rp1,3-1,38 triliun, tergantung kurs), naik 269-270% dari periode sama 2024 yang hanya USD22,6 juta.
Pertumbuhan ini didorong pendapatan USD104,8 juta (naik 73,8% YoY), laba kotor USD24 juta (naik 213%), serta EBITDA USD76,9 juta (naik 277%).
Direktur Jonathan Kandinata menyebut hasil ini mencerminkan fundamental kuat pasca-IPO Juli 2025, dengan likuiditas USD705 juta yang diperkuat pinjaman dari BTN.
Perkembangan Triwulanan
Semester I-2025: Laba USD74,4 juta (naik 347,5% YoY), didukung ekspansi logistik dan pendanaan Rp2,4 triliun dari IPO plus pinjaman Danamon Rp2 triliun.
Proyeksi tahunan: Beberapa sumber estimasi laba penuh 2025 hingga Rp2,24 triliun, hampir 5 kali lipat dari Rp486 miliar di 2024.
Dampak Pasar
Total aset CDIA tembus USD1,6 miliar (naik 48%), ekuitas USD1,15 miliar (naik 53%), sementara sahamnya melonjak 881% menjadi Rp1.865 per lembar per Oktober 2025. Kinerja ini menegaskan kekuatan portofolio infrastruktur dan logistik CDIA.

