Link Video Syur 9 Detik Mirip Zqya Viral di Twitter & Telegram, Netizen Penasaran

 

Link Video Syur 9 Detik Mirip Zqya Viral di Twitter & Telegram, Netizen Penasaran

Netoyo dihebohkan dengan beredarnya video mesum berdurasi sekitar 9 detik yang disebut mirip Zqya. Video itu pertama kali muncul di Telegram dan Twitter (X), lalu menyebar ke TikTok, Facebook, grup WhatsApp, dan berbagai channel Telegram.

Dalam video tersebut, terlihat seorang wanita yang disebut-sebut mirip Zqya:

Tertidur dengan kondisi dada terbuka.

Ada pula cuplikan lain yang menampilkan wanita selfie mengenakan pakaian mini, sehingga bagian tubuh tertentu terlihat jelas.

Link video beredar di platform seperti Terabox, dengan dua folder berisi foto dan video yang sebagian asli, namun versi “blunder” diduga melibatkan orang lain yang hanya mirip Zqya.

Berdasarkan analisis netizen dan klarifikasi Zqya, ada beberapa kejanggalan yang menunjukkan video tersebut bukan dirinya:

Wanita dalam video memiliki tato di tangan, sedangkan Zqya tidak memiliki tato.

Wanita dalam video terlihat memakai behel, sementara Zqya tidak tampak memakai behel di unggahan akun resmi.

Zqya menilai bahwa wajahnya digunakan dalam video manipulasi AI yang semakin canggih, sehingga menimbulkan fitnah dan mencemarkan nama baik.

Baca Juga: 24 Link Videy.co Viral Juli 2026: Ada Teknologi dan Hiburan

Reaksi Netizen dan Dampak Viral

Viralitas video ini memicu berbagai spekulasi dan perhatian luas dari netizen. Banyak yang berspekulasi buruk tentang video tersebut, sementara sebagian lain mulai memeriksa fakta dan kejanggalan visual.

Klarifikasi Zqya membantu mengurangi penyebaran informasi palsu, namun link video masih terus diburu dan dibagikan di berbagai platform. Kasus ini juga menyoroti risiko penggunaan teknologi AI untuk membuat konten vulgar yang menyeret nama publik figur tanpa izin.

Video 9 detik yang viral memang menyeret nama Zqya, namun berdasarkan klarifikasi resmi dan analisis netizen, isi video tersebut bukan Zqya melainkan hasil manipulasi wajah dengan AI. Kasus ini menunjukkan pentingnya verifikasi informasi sebelum percaya dan menyebarkan konten yang berpotensi mencemarkan nama baik seseorang.

Next Post Previous Post