Manisnya Jualan Parsel Lebaran di Cikini, Sebulan Bisa Dapat Ratusan Juta
Jualan parsel Lebaran di kawasan Pasar Kembang Cikini, Jakarta Pusat kini menjadi bisnis musiman yang sangat menguntungkan, dengan sejumlah pedagang bisa meraup omzet ratusan juta rupiah hanya dalam satu bulan Ramadan sampai jelang Idulfitri.
Skala omzet dan pesanan
Seorang pedagang parsel di Cikini Gold Center, Lutfi, mengungkap bahwa lapak musiman di pinggir Jalan Cikini Kramat bisa menjual belasan hingga puluhan parsel per hari, jauh lebih ramai dibandingkan hanya berjualan di dalam toko reguler. Pesanan perusahaan—seperti bank, Polda, dan instansi lain—bisa mencapai ratusan hingga ribuan paket, dimana biasanya sebagian dibagi ke pedagang lain agar cuan merata.
Harga paket dan keuntungan
Harga parsel di Cikini bervariasi dari Rp200.000 untuk paket sederhana isian makanan dan minuman ringan, hingga Rp1–2 juta untuk parsel yang dipadukan dengan barang pecah belah mewah, bahkan bisa lebih mahal untuk pecah belah khusus.
Lutfi mengaku cuan Lebaran bisa mencapai dua sampai tiga kali lipat dari modal, dengan omzet ratusan juta rupiah yang dianggapnya sebagai “THR” untuk menutupi dan memodali usaha sepanjang tahun.
Mengelola stok dan risiko
Jika masih ada parsel pecah belah yang tidak laku, barang bisa disimpan dan digunakan kembali untuk momen hari raya atau promosi lain; sementara isian makanan akan dibongkar dan diobral murah agar tidak kadaluarsa.
Ini memungkinkan pedagang tetap meminimalkan kerugian meski bisnis hanya berjalan musiman, sekaligus mengandalkan reputasi tradisional Cikini sebagai sentra parsel Lebaran baik untuk pasar Jakarta maupun pembeli luar kota seperti Cianjur dan Lampung.

