Pangsa Pasar Perbankan Syariah Indonesia Belum Optimal

Pangsa Pasar Perbankan Syariah Indonesia Belum Optimal

Pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia memang belum optimal, masih berkisar 7-9% dari total industri perbankan nasional meskipun populasi muslim terbesar di dunia.

Data Terkini

Hingga awal 2026, aset bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS) mencapai Rp1.397 triliun per Oktober 2025, dengan pangsa pasar tembus 9% berkat peran dominan Bank Syariah Indonesia (BSI). BSI sendiri menguasai sekitar 55% pangsa syariah nasional dan punya 22 juta nasabah, naik dari 13 juta pasca-merger 2021. Sebelum BSI, pangsa hanya 6%; kini BCA Syariah 2,7% dan Bank Mega Syariah di bawah 5%.

Pangsa Pasar Perbankan Syariah Indonesia Belum Optimal

Literasi keuangan syariah naik ke 43%, tapi inklusi masih rendah di 13,7%—jauh dari nasional 85%. Keterbatasan jaringan fisik, akses di luar kota besar, dan kesadaran publik jadi hambatan, plus efisiensi operasional kurang optimal. Dibanding Malaysia (50%+), Indonesia tertinggal karena ekosistem halal dan investasi internasional belum kuat.

Strategi ke Depan

Industri fokus transformasi digital, AI, open banking, dan penetrasi UMKM serta halal value chain untuk capai 20% pangsa. Asbisindo dorong konsolidasi, edukasi masif, dan spin-off; target dua digit pada 2028 via KUR syariah Rp500 triliun. Outlook 2026 positif jika digitalisasi akselerasi inklusi.

 

Next Post Previous Post