Pemutakhiran Data Sosial Diperkuat untuk Bansos Tepat Sasaran
Latar Belakang Pemutakhiran Data
Pemutakhiran data sosial menjadi prioritas untuk mengeliminasi kesalahan inclusion error (penerima tak layak) dan exclusion error (penerima layak tapi terlewat). Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan data akurat sebagai dasar kebijakan sosial dan penyaluran bansos yang efektif. Program ini mendukung arahan Presiden untuk BLTS kepada 35,04 juta KPM di desil 1-4 DTSEN.
Kegiatan Sosialisasi Terkini
Dialog kolaborasi di Pesantren BAI Mahdi Sholeh, Serang, diikuti kepala desa, RT/RW, dan operator desa untuk memahami pembaruan data berkala. Mensos Saifullah Yusuf menyatakan peran perangkat desa krusial karena akses langsung ke kondisi masyarakat. Kegiatan serupa di Bekasi pada 4 Maret 2026 juga menyiapkan operator desa untuk DTSEN.
Peran Pemerintah dan Masyarakat
Koordinasi antara Kemensos, BPS, dan pemerintah daerah memastikan verifikasi data real-time. Masyarakat diajak berpartisipasi melalui usul/sanggah via RT/RW hingga dinas sosial, termasuk jalur publik untuk PBI-JKN. Pemutakhiran bulanan menjaga relevansi data dengan kondisi lapangan.
Manfaat bagi Penyaluran Bansos
Data mutakhir meminimalkan pemborosan anggaran hingga Rp17,9 triliun dan dorong pemberdayaan ekonomi. Bansos tak hanya jangka pendek, tapi bangun kemandirian SDM. Sinergi ini sesuai Inpres No. 4/2025 untuk kolaborasi kementerian.

