Penyesuaian Harga BBM Mulai 1 April 2026
Pemerintah Indonesia berencana melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai 1 April 2026 pukul 00.00 WIB. Kebijakan ini dipicu oleh tekanan harga minyak dunia yang tinggi dan beban kompensasi Pertamina.
Alasan Kenaikan Harga
Harga minyak dunia bertahan di kisaran US$90–115 per barel, ditambah penguatan indeks dolar AS. Bhima Yudhistira dari Celios memprediksi kenaikan Pertamax dan Dex sebesar Rp1.500–2.000 per liter akibat selisih harga keekonomian. Tanpa realokasi APBN besar, Pertamina berisiko mengalami cashflow bleeding.
Dampak pada Jenis BBM
Penyesuaian fokus pada BBM non-subsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, dan Dexlite. Harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tetap stabil, sesuai jaminan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Wisnu dari Kontan memperkirakan kenaikan tidak lebih dari 10%, atau 5–10% secara keseluruhan.
Harga Sebelumnya (Maret 2026)
Sebagai referensi, harga per 1 Maret 2026 setelah kenaikan sebelumnya:
|
Jenis BBM |
Harga (Rp/liter) |
|
Pertamax Green |
12.900 |
|
Pertamax Turbo |
13.100 |
|
Dexlite |
14.200 |
|
Pertamina Dex |
14.500 |
Penyesuaian rutin ini mengikuti formula ICP, MOPS, dan kurs rupiah, sesuai Kepmen ESDM. Pemerintah menekankan stabilitas stok BBM nasional tetap aman.

