Perjalanan Sistem Pembayaran Tol di Indonesia: Tunai hingga MLFF
Sistem pembayaran tol di Indonesia telah berevolusi dari metode manual hingga digital untuk meningkatkan efisiensi lalu lintas. Perubahan ini dimulai dengan pembayaran tunai dan kini menuju Multi Lane Free Flow (MLFF) yang tanpa henti.
Awal Mula: Pembayaran Tunai
Sebelum 2017, pengendara tol membayar secara tunai ke petugas di gerbang tol setelah mengambil tiket masuk. Proses ini memakan waktu 7-12 detik per transaksi, sering menyebabkan antrean panjang dan ketidakefisienan pengelolaan uang tunai.
Transisi ke Uang Elektronik
Pada Oktober 2017, seluruh gerbang tol di Indonesia beralih ke sistem e-toll atau kartu elektronik secara serempak, menghapus pembayaran tunai sepenuhnya. Waktu transaksi turun menjadi 2-5 detik melalui tapping kartu, didukung top-up via ATM atau ritel, meski masih memerlukan berhenti di gerbang.
Menuju MLFF: Tanpa Berhenti
MLFF, berbasis GNSS dan aplikasi seperti Cantas, memungkinkan pembayaran otomatis tanpa tapping atau henti, dengan waktu transaksi 0 detik. Uji coba dimulai Desember 2023 di Tol Bali Mandara, tapi implementasi nasional molor hingga 2026 akibat tantangan teknis dan bisnis.
Manfaat dan Tantangan
Sistem ini kurangi antrean serta integrasikan data kendaraan via ERI Polri untuk teguran bagi yang tak bayar. Namun, penundaan berulang sejak rencana 2021 menunjukkan kendala seperti uji coba gagal dan koordinasi antarpihak.

