Perkuat Konektivitas, XLSMART Gandeng Cisco Perkenalkan Transport Master Control

Perkuat Konektivitas, XLSMART Gandeng Cisco Perkenalkan Transport Master Control

XLSMART, penyedia layanan telekomunikasi digital terkemuka di Indonesia pasca-merger XL Axiata dan Smartfren, baru-baru ini mengumumkan kolaborasi strategis dengan Cisco untuk memperkenalkan Transport Master Control. 

Inisiatif ini bertujuan memperkuat konektivitas jaringan secara keseluruhan, khususnya dalam mengelola lalu lintas data transport layer yang kritis untuk mendukung layanan 5G dan transformasi digital nasional.

Latar Belakang Kolaborasi

Kolaborasi ini muncul di tengah ekspansi agresif XLSMART, yang telah mengoperasikan lebih dari 60 ribu BTS 5G di area padat penduduk untuk mengatasi tantangan konektivitas di wilayah urban. Cisco, sebagai raksasa teknologi jaringan global, membawa keahlian dalam solusi Transport Master Control—sebuah platform terintegrasi untuk monitoring, orkestrasi, dan otomatisasi transport network. 

Fitur utamanya mencakup analitik real-time, deteksi fault prediktif, dan skalabilitas tinggi, yang memungkinkan XLSMART mengoptimalkan efisiensi operasional hingga 30-40% dibandingkan sistem legacy. Langkah ini melanjutkan kemitraan sebelumnya, seperti dengan Telkom untuk monetisasi trafik dan integrasi pusat operasi di BSD.

Manfaat Utama

Peningkatan Konektivitas: Mengurangi latency dan packet loss di backbone transport, krusial untuk aplikasi seperti streaming 5G, IoT, dan enterprise cloud.

Efisiensi Operasional: Satu pusat kendali terpadu memungkinkan monitoring end-to-end, menggantikan silo sistem lama yang sering menyebabkan downtime.

Skalabilitas Masa Depan: Siap mendukung pertumbuhan data eksponensial di Indonesia, di mana konsumsi mobile data diproyeksikan naik 25% tahunan hingga 2027.

Pengalaman Pengguna: Pelanggan akan merasakan jaringan lebih stabil, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

Dampak Strategis bagi XLSMART

Sebagai bagian dari visi "Digital Nation", inisiatif ini memperkuat posisi XLSMART di pasar kompetitif melawan Telkomsel dan Indosat Ooredoo Hutchison. Dengan aset gabungan lebih dari 100 ribu BTS, XLSMART kini fokus pada Network Intelligent Operations, di mana AI dari Cisco membantu predictive maintenance. 

Ini juga sejalan dengan regulasi Kominfo untuk cakupan 5G standalone (SA) nasional pada 2026. Secara keseluruhan, kolaborasi ini bukan hanya teknis, tapi juga pendorong monetisasi baru seperti edge computing dan private 5G untuk industri.

Kolaborasi ini menandai babak baru dalam ekosistem telco Indonesia, di mana mitra global seperti Cisco menjadi kunci sukses transformasi.



 

Next Post Previous Post