Profil Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran Tewas Dibunuh AS-Israel
Latar Belakang Awal
Khamenei dibesarkan dalam keluarga ulama sederhana dan bergabung dengan gerakan oposisi terhadap Shah pada 1962 di Qom, mengalami penangkapan, penyiksaan, dan pengasingan oleh SAVAK. Ia menjabat berbagai posisi pasca-revolusi, termasuk pendiri Partai Republik Islam dan wakil menteri pertahanan.
Karier Politik
Terpilih presiden Iran dua periode (1981-1989) saat Perang Iran-Irak, pengalaman ini membentuk pandangannya yang curiga terhadap Barat. Setelah kematian Khomeini, ia diangkat pemimpin tertinggi pada 1989 oleh Majelis Ahli, meski awalnya tak memenuhi syarat tradisional marja.
Kebijakan dan Warisan
Khamenei memperkuat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menjadi kekuatan militer, politik, dan ekonomi, serta mendorong "ekonomi perlawanan" melawan sanksi Barat. Ia pragmatis dengan menyetujui JCPOA 2015 tapi konfrontatif pasca-keluarnya AS, mendukung "poros perlawanan" seperti Hizbullah dan Hamas. Kematiannya berpotensi mengguncang stabilitas Iran.

