Profil Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran Tewas Dibunuh AS-Israel

Profil Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran Tewas Dibunuh AS-Israel
Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran selama lebih dari tiga dekade, dilaporkan tewas pada 28 Februari 2026 akibat serangan udara gabungan AS-Israel terhadap kompleks kediamannya, seperti diklaim Presiden AS Donald Trump dan dikonfirmasi otoritas Iran. Lahir pada 19 April 1939 di Mashhad, ia menjadi kunci dalam Revolusi Islam 1979 sebagai pengikut setia Ayatollah Khomeini.

Latar Belakang Awal

Khamenei dibesarkan dalam keluarga ulama sederhana dan bergabung dengan gerakan oposisi terhadap Shah pada 1962 di Qom, mengalami penangkapan, penyiksaan, dan pengasingan oleh SAVAK. Ia menjabat berbagai posisi pasca-revolusi, termasuk pendiri Partai Republik Islam dan wakil menteri pertahanan.

Karier Politik

Terpilih presiden Iran dua periode (1981-1989) saat Perang Iran-Irak, pengalaman ini membentuk pandangannya yang curiga terhadap Barat. Setelah kematian Khomeini, ia diangkat pemimpin tertinggi pada 1989 oleh Majelis Ahli, meski awalnya tak memenuhi syarat tradisional marja.

Kebijakan dan Warisan

Khamenei memperkuat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menjadi kekuatan militer, politik, dan ekonomi, serta mendorong "ekonomi perlawanan" melawan sanksi Barat. Ia pragmatis dengan menyetujui JCPOA 2015 tapi konfrontatif pasca-keluarnya AS, mendukung "poros perlawanan" seperti Hizbullah dan Hamas. Kematiannya berpotensi mengguncang stabilitas Iran.

Next Post Previous Post