Profil Saham BEBS, Sempat Melesat 7.000%, Kini Suspended dan Diselidiki OJK

 

Profil Saham BEBS, Sempat Melesat 7.000%, Kini Suspended dan Diselidiki OJK

PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) adalah emiten saham di Bursa Efek Indonesia yang bergerak di sektor konstruksi beton, namun baru-baru ini menjadi sorotan karena dugaan manipulasi pasar modal. Saham ini sempat melonjak hingga 7.150% akibat transaksi semu dan insider trading pada 2020-2022, menghasilkan keuntungan ilegal Rp14,5 triliun dari 2 miliar lembar saham yang dibekukan OJK.

Latar Belakang Kenaikan Harga

Harga BEBS pernah mencapai Rp7.000 per saham pasca-stock split 1:5 pada 2022, dari level sebelumnya sekitar Rp1.400, sebelum anjlok ke Rp5 per saham di 2023-2026. Kenaikan ekstrem ini diduga dimanipulasi melalui alokasi IPO fixed allotment ke afiliasi, transaksi antar-entitas terkait (7 perusahaan dan 58 nominee), serta laporan dana IPO yang tidak sesuai fakta.

Penanganan OJK

Profil Saham BEBS, Sempat Melesat 7.000%, Kini Suspended dan Diselidiki OJK
(Foto Saham BEBS dari Aplikasi Stockbit)
OJK membekukan perdagangan BEBS dan menyidik kasus ini sejak awal Maret 2026, termasuk penggeledahan kantor PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia pada 4 Maret 2026 bersama Bareskrim Polri.

Tersangka utama meliputi ASS (beneficial owner BEBS), MWK (eks Direktur Investment Banking Mirae Asset), dan korporasi Mirae Asset, dengan 25 saksi diperiksa. Pelanggaran diduga melanggar UU Pasar Modal Pasal 90, 91, 104, dan 107.

Dampak Saat Ini

Perdagangan BEBS masih suspended, dengan OJK menekankan penegakan hukum untuk lindungi investor dan integritas pasar modal Indonesia. Harga saham kini rendah, mencerminkan risiko saham gorengan setelah ledakan spekulatif.

Next Post Previous Post