Puluhan Warga Puri Tenjo Geruduk Rumah Terduga Pelaku Investasi Bodong, Kerugian Tembus Rp1,1 Miliar
Puluhan warga Perumahan Puri Tenjo, Kabupaten Bogor, mendatangi rumah seorang terduga pelaku investasi bodong pada Jumat (27/3/2026) sore. Aksi massa tersebut dilakukan setelah para korban mengaku mengalami kerugian hingga sekitar Rp1,1 miliar dari skema investasi berkedok usaha sembako.
Rumah yang menjadi sasaran warga tampak tertutup dan telah dipasangi garis polisi oleh aparat Polsek Tenjo. Hingga saat kedatangan massa, terduga pelaku tidak berada di lokasi dan diduga telah melarikan diri.
Modus Investasi Sembako yang Menipu
Investasi ilegal ini awalnya disosialisasikan sebagai usaha berupa sistem pre‑order (PO) sembako seperti minyak goreng, gula, dan beras. Pelaku menawarkan pembelian barang kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar, lalu dijual kembali dengan harga normal untuk memperoleh keuntungan yang dibagi kepada para investor.
Di awal, skema ini berjalan lancar selama beberapa bulan dan terlihat meyakinkan, sehingga banyak warga yang ikut menanamkan modal. Namun memasuki bulan ketiga, keuntungan yang dijanjikan tidak lagi dibayarkan dan komunikasi dengan terduga pelaku terputus.
Korban dan Kerugian yang Ditanggung
Polsek Tenjo mencatat terdapat sekitar 43 orang yang menjadi korban, sebagian besar perempuan, dengan total kerugian mencapai sekitar Rp1,1 miliar. Nominal investasi tiap korban beragam, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.
Salah satu korban, Vivi, mengakui bahwa dirinya mengalami kerugian pribadi hingga Rp91 juta. Ia menjelaskan bahwa awalnya kegiatan tersebut terasa wajar, namun lambat laun keuntungan berhenti mengalir dan pelaku tidak bisa lagi dihubungi.
Respons Polisi dan Situasi di Lokasi
Kapolsek Tenjo Iptu Hendrik Hartono mengungkapkan bahwa pihak kepolisian segera turun ke lokasi setelah mendapat informasi adanya massa yang menggeruduk rumah pelaku. Mereka turun untuk mencegah penjarahan dan tindakan anarkis, mengingat sang terduga pelaku sudah melarikan diri.
Situasi akhirnya berhasil diredam dan warga bersedia membuat laporan resmi di Polsek Tenjo. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan memburu terduga pelaku, seorang wanita berinisial LL, sambil mengumpulkan bukti dan data kerugian dari para korban.

