Rebound dari Level 200, Saham BUMI Kembali Dilirik Investor

Rebound dari Level 200, Saham BUMI Kembali Dilirik Investor
Saham BUMI (PT Bumi Resources Tbk) baru-baru ini rebound dari level support sekitar Rp200-238, menarik perhatian investor meski sempat tertekan penjualan asing. BlackRock Inc. dikabarkan kembali memborong saham ini di Maret 2026 setelah sebelumnya mengurangi kepemilikan.

Pergerakan Harga Terkini

Rebound dari Level 200, Saham BUMI Kembali Dilirik Investor
(Foto Saham BUMI dari Google Finansial)
Saham BUMI menguat signifikan setelah rebound, misalnya naik 29,20% dalam seminggu meski ada net sell asing Rp1,97 triliun, didorong investor domestik. 

Pada Februari 2026, sempat ditutup di Rp264 setelah naik 20%, dan potensi menuju Rp281-291 jika bertahan di support Rp251-261. Harga terbaru sekitar Rp226-270, dengan pelemahan minor baru-baru ini.

Faktor Pendorong Minat Investor

Analisis teknikal BRIDS menunjukkan level resistance 264 kini jadi support baru pasca-rebound dari Rp200. BlackRock berbalik borong di awal Maret 2026, kontras dengan divestasi Chengdong/CIC (3,7 miliar saham Rp1,5T di Januari). Fundamental didukung HBA naik ke USD103,30/ton dan diversifikasi ke emas/bauksit, meski coal global bearish.

Prospek dan Risiko

Potensi lanjut rebound ke Rp260-280 jika pertahankan di atas Rp240, tapi risiko turun jika tekanan jual berlanjut. Katalis seperti MSCI rebalancing (efektif Maret 2026) bisa tarik inflow USD78,7 juta, tapi volatil karena distribusi institusi. Valuasi tinggi (P/E 146x) vs sektor, saran DYOR.

Next Post Previous Post