RI Bersiap Diserang Godzilla El Nino, Nasib Nelayan Diramal Begini
Indonesia berpotensi menghadapi “Godzilla El Niño” mulai April 2026, yang membuat musim kemarau lebih panjang dan kering di daratan, tetapi justru berdampak cukup positif bagi sektor perikanan laut, terutama nelayan.
Apa itu “Godzilla El Niño” untuk RI
El Niño “Godzilla” adalah fase El Niño yang sangat kuat, dengan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator yang kuat dan berkepanjangan.
BRIN memproyeksikan El Niño kuat ini bisa membuat musim kemarau di Indonesia lebih panjang dan kering, terutama di wilayah barat dan selatan (Jawa hingga Nusa Tenggara), sehingga berpotensi mengganggu pertanian dan mengancam kekeringan.
Nasib nelayan di tengah Godzilla El Niño
Peneliti BRIN, Widodo Pranowo, menjelaskan bahwa di sisi kelautan, El Niño kuat justru bisa meningkatkan “upwelling”, yaitu aliran air dingin kaya nutrien dari lapisan dalam ke permukaan laut.
Air dingin yang kaya nitrat dan fosfat ini mendorong ledakan fitoplankton, sehingga produktivitas primer laut meningkat dan mengundang banyak ikan pelagis (misalnya lemuru, cakalang, tuna) ke perairan Indonesia, khususnya di Selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.
Ramalan soal hasil tangkap nelayan
Model riset BRIN memperkirakan fitoplankton mulai berkembang April–Mei 2026, kemudian melonjak pada Juni, dan mencapai puncak pada Juli–Agustus 2026.
Artinya, pada periode tersebut, ruang rawan kekeringan di daratan bisa “ditebus” sebagian oleh potensi panen hasil laut yang lebih tinggi, sehingga nelayan punya peluang untuk meningkatkan hasil tangkap dan pendapatan, asalkan diimbangi dengan pengelolaan stok dan alat tangkap yang berkelanjutan.

