SIG Terapkan Budaya “Visible‑Felt Safety Leadership” untuk Perkuat HSE di Perusahaan

SIG Terapkan Budaya “Visible‑Felt Safety Leadership” untuk Perkuat HSE di Perusahaan

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SIG) kini makin serius menguatkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja melalui penerapan konsep Visible‑Felt Safety Leadership (VFSL). Pendekatan ini tidak hanya menempatkan keselamatan sebagai aturan, tetapi menjadikannya nilai yang benar‑benar dirasakan oleh seluruh karyawan, hingga menjadi alasan SIG meraih apresiasi dalam bidang HSE (Health, Safety, Environment) di tahun 2026.

Apa itu Visible‑Felt Safety Leadership?

Visible‑Felt Safety Leadership adalah gaya kepemimpinan di mana pemimpin hadir secara nyata (visible) di lapangan dan benar‑benar dirasakan (felt) sebagai figur yang peduli terhadap keselamatan dan kesejahteraan pekerja. Konsep ini menekankan bahwa kebijakan keselamatan tidak hanya tertulis di dokumen, tetapi hidup dalam perilaku harian para pemimpin dan didukung budaya komunikasi terbuka.

Kunci VFSL antara lain:

Pemimpin sering “turun ke lapangan” dan ikut berdiskusi dengan pekerja.

Keputusan keselamatan diambil secara transparan dan melibatkan masukan dari berbagai level.

Insiden atau kesalahan dipakai sebagai peluang belajar, bukan hanya alasan menyalahkan.

Mengapa SIG Memilih Pendekatan VFSL?

Bagi SIG, VFSL menjadi bagian dari strategi untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan manusiawi. Dengan menekankan keterlibatan emosional dan keterbukaan komunikasi, perusahaan berharap insiden kerja dapat ditekan dan kepercayaan karyawan terhadap manajemen terus meningkat.

Penerapan VFSL juga sejalan dengan tren global di industri berat, di mana investor dan regulator kian memperhatikan kualitas safety culture tidak hanya dari kertas, tapi dari cara pemimpin berinteraksi dengan pekerja.

Wujud Nyata VFSL di Lingkungan SIG

Di lingkungan SIG, budaya Visible‑Felt Safety Leadership tampak dalam beberapa praktik seperti:

Kehadiran manajemen di area operasi: pejabat dan manajer rutin melakukan safety walk‑around, mendengarkan keluhan, dan mengamati secara langsung kondisi kerja.

Prioritas keselamatan dalam rapat: isu HSE menjadi agenda tetap di semua level rapat, dari tim lapangan hingga rapat direksi.

Pengakuan dan penghargaan perilaku aman: sikap proaktif karyawan dalam melaporkan potensi bahaya atau mengusulkan perbaikan keselamatan diberi apresiasi, baik secara lisan maupun skema penghargaan resmi.

Dampak Penerapan VFSL bagi SIG

Penerapan VFSL berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sistem HSE perusahaan, yang kemudian terefleksi dalam capaian penghargaan dan pengakuan di sektor ini. Dari sisi operasional, karyawan merasa lebih percaya diri melaporkan risiko, karena tahu bahwa pemimpin benar‑benar mendengar dan merespons‑nya dengan itikad baik.

Secara tidak langsung, pendekatan ini juga mendukung performa bisnis: lingkungan kerja yang aman dan inklusif cenderung meningkatkan engagement, produktivitas, dan retensi talenta, yang menjadi aset penting bagi perusahaan seperti SIG di tengah kompetisi industri yang ketat.

Next Post Previous Post