Target Baru Saham BBNI Usai Keputusan Dividen Rp13,02 Triliun
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) resmi menyetujui pembagian dividen sebesar Rp13,02 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Keputusan ini setara dengan 65% dari laba bersih bank yang mencapai Rp20,04-20,40 triliun.
Dividen per saham ditetapkan Rp349,26 dari total 37,30 miliar lembar saham, menghasilkan dividend yield menarik sekitar 8,13-8,24% berdasarkan harga saham Rp4.240-4.290 per 9 Maret 2026.
Detail Pembagian Dividen
Sisa laba 35% atau Rp7,01 triliun dialokasikan sebagai saldo laba ditahan untuk memperkuat modal inti dan mendukung ekspansi bisnis ke depan.
Pemegang saham juga menyetujui program buyback saham hingga Rp905,48 miliar, yang diharapkan menstabilkan harga saham di tengah volatilitas pasar.
Pengumuman ini langsung memicu respons positif di pasar, dengan saham BBNI naik 0,47% ke Rp4.290 pada perdagangan 9 Maret 2026.
Prospek dan Target Harga Saham
| (Foto Saham Bank BNI / BBNI dari Google Finansial) |
Dividen jumbo ini menjadi sinyal kuat fundamental BBNI yang solid, didukung kinerja laba tinggi dan strategi penguatan modal.
Investor disarankan memantau perkembangan IHSG dan sentimen global, karena yield tinggi berpotensi tarik minat ritel jangka panjang.
Dampak bagi Investor
Keputusan RUPST mencerminkan komitmen BNI bagi nilai pemegang saham, dengan rasio payout tinggi di tengah prospek pertumbuhan perbankan Indonesia.
Buyback saham tambahan bisa tekan pasokan, berpotensi dorong kenaikan harga hingga target analis.

