Warga Pekalongan Kirim Karangan Buka ke KPK, Ucapan Terima Kasih Tangkap Bupati Fadia Arafiq
Warga Pekalongan mengirimkan karangan bunga ke KPK sebagai ucapan terima kasih atas penangkapan Bupati Fadia Arafiq.
Ini terjadi pada 5 Maret 2026, usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada 3 Maret di Semarang terkait dugaan korupsi pengadaan outsourcing di Pemkab Pekalongan.
Latar Belakang Penangkapan
KPK menangkap Fadia Arafiq bersama ajudan dan orang kepercayaannya dalam OTT ketujuh tahun 2026, yang dilakukan saat bulan Ramadan.
Fadia kemudian ditetapkan tersangka dan ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Kasusnya melibatkan pengadaan tenaga alih daya di beberapa dinas Pemkab Pekalongan, dengan perusahaan keluarga tersangka dikaitkan meraup Rp46 miliar.
Respons KPK
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan apresiasi atas dukungan warga Pekalongan, termasuk kiriman karangan bunga bertuliskan pesan seperti "Terima Kasih KPK, Penyelamat Kami" dan "Lanjutkan Kasus Lainnya".
Budi menekankan pemberantasan korupsi sebagai ikhtiar kolektif dan mengajak masyarakat berkolaborasi untuk pencegahan.
Karangan bunga tersebut memenuhi area depan gedung KPK, mencerminkan kepercayaan publik.
Dampak dan Konteks
Penangkapan ini menuai sorotan karena Fadia Arafiq dikenal sebagai penyanyi lagu "Cik Cik Bum Bum" sebelum jadi bupati.
Warga Pekalongan tampak mendukung aksi KPK, berbeda dengan respons biasa pada kasus korupsi pejabat daerah.

