Adaro Andalan (AADI) Rencanakan Buyback Saham Rp5 Triliun
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai hingga Rp5 triliun untuk menjaga likuiditas dan mendukung harga saham. Rencana ini diajukan kembali setelah buyback tahun sebelumnya belum terealisasi sepenuhnya.
Latar Belakang Rencana
AADI, emiten tambang batu bara milik Garibaldi Thohir, menyampaikan keterbukaan informasi ke BEI pada 16 April 2026. Meski baru IPO, perusahaan ini agresif dalam aksi korporasi untuk tingkatkan kepercayaan investor. Rencana buyback sebelumnya pada 2025 dialokasikan Rp4 triliun, kini dinaikkan menjadi Rp5 triliun.
Detail Pelaksanaan
Persetujuan akan dibahas dalam RUPST pada 22 Mei 2026, dengan pelaksanaan mulai sehari setelahnya hingga maksimal 12 bulan. Buyback dilakukan secara bertahap melalui BEI sesuai POJK 29/2023, tidak melebihi 10% modal ditempatkan. Dana bersumber dari kas internal, tanpa ganggu likuiditas keuangan.
Tujuan Strategis
| (Foto Saham AADI dari Google Finansial) |
Dampak bagi Investor
Investor diharapkan perhatikan RUPST mendatang, karena buyback bisa stabilkan harga saham jangka pendek. Perusahaan pastikan arus kas memadai, termasuk dari operasi tambang termal. Pantau keterbukaan informasi BEI untuk update lebih lanjut.

