Ancol Raih Laba Rp180 Miliar, Siapkan Transformasi Besar Menuju 500 Tahun Jakarta

Ancol Raih Laba Rp180 Miliar, Siapkan Transformasi Besar Menuju 500 Tahun Jakarta

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA), pengelola kawasan wisata Ancol, membukukan kinerja keuangan yang positif pada tahun buku 2025 dengan laba bersih sekitar Rp180,19 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan tipis dibandingkan tahun 2024, sekaligus menjadi modal Ancol untuk memperkuat transformasi besar jelang perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027.

Kinerja keuangan 2025

PJAA mencatat pendapatan usaha sekitar Rp1,121 triliun sepanjang 2025, dengan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp180,19 miliar. Laba per saham dasar naik menjadi Rp113 per lembar, dari sebelumnya Rp111, menandai perbaikan kinerja meski masih dalam tekanan ekonomi makro.

Dari laba tersebut, perseroan memutuskan pembagian dividen sekitar Rp26,05 per lembar saham, dengan total dividen mencapai Rp41,6 miliar atau sekitar 23,3 persen dari laba bersih. Pembagian dividen ini disetujui oleh hampir 99 persen pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

Suntikan strategi dan manajemen baru

Dalam RUPST tersebut, PJAA juga merestrukturisasi susunan pengurus dengan menunjuk Syahmudrian Lubis sebagai Direktur Utama pengganti Winarto, yang mengundurkan diri sehari sebelum RUPST. Perubahan direksi ini diarahkan untuk memperkuat strategi bisnis ke depan, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang berpotensi menekan sektor hiburan dan rekreasi.

Manajemen baru PJAA menegaskan komitmen untuk memperkuat Ancol sebagai destinasi wisata utama Jakarta, bukan hanya sebagai taman hiburan melainkan juga sebagai ruang edukatif dan edutainment. Fokusnya adalah memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dan mengembangkan fasilitas baru yang meningkatkan ekosistem rekreasi dan bisnis di kawasan Ancol.

Ancol menuju 500 tahun Jakarta

Jelang perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027, Ancol diproyeksikan untuk tampil lebih “kekinian” dan menarik baik bagi warga Jakarta maupun wisatawan nasional dan mancanegara. Gubernur yang juga pemegang saham utama, Pramono Anung, meminta Ancol tampil lebih maju, meriah, dan menjadi “wajah Jakarta” yang representatif dalam momen besar tersebut.

Untuk mendukung visi ini, PJAA menyiapkan beberapa arah bisnis baru, termasuk pengembangan fasilitas dan layanan yang lebih digital, ramah keluarga, dan ramah lingkungan. Reklamasi dan pengembangan kawasan di sisi barat Ancol juga menjadi bagian dari rencana investasi jangka menengah, yang ditaksir bernilai hingga miliaran dolar dan menarik sekitar 16 calon investor.

Implikasi bagi wisatawan dan investor

Bagi wisatawan, kinerja positif Ancol dan rencana transformasi besar berarti ke depan akan ada lebih banyak atraksi, program edukatif, dan fasilitas pendukung yang lebih nyaman di kawasan Ancol. Sementara bagi investor, laba bersih sekitar Rp180 miliar, pembagian dividen Rp41,6 miliar, dan rencana pengembangan reklamasi menunjukkan Ancol tetap menarik sebagai aset properti-wisata yang berpotensi tumbuh di masa depan.

 

Next Post Previous Post