Bitcoin Tembus USD77.500: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Iran, Strategy Beli BTC USD2,5 Miliar

Bitcoin Tembus USD77.500: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Iran, Strategy Beli BTC USD2,5 Miliar

Bitcoin melonjak ke level USD77.500 setelah Presiden Donald Trump mengumumkan perpanjangan tak terbatas gencatan senjata dengan Iran dan perusahaan Strategy mengungkap pembelian besar-besaran 34.164 BTC senilai USD2,54 miliar. Kenaikan ini mencerminkan sentimen positif pasar kripto di tengah meredanya ketegangan geopolitik Timur Tengah.

Latar Belakang Kenaikan Harga

Harga Bitcoin mencapai USD77.541 pada pagi Rabu (22 April 2026), naik 2,2% dalam 24 jam dan 4,3% secara mingguan. Pengumuman Trump soal perpanjangan gencatan senjata Iran datang bersamaan dengan blokade Selat Hormuz yang tetap berlanjut, memicu reaksi cepat di pasar. Sementara itu, Strategy melakukan pembelian terbesar sejak November 2024, menambah kepemilikan mereka menjadi 815.061 BTC dengan harga rata-rata USD74.395 per koin.

Perusahaan tersebut kini mencatat posisi menguntungkan untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan, dengan nilai total kepemilikan USD61,6 miliar dan harga rata-rata USD75.527.

Dampak ke Pasar Kripto Lainnya

Altcoin lain ikut terdongkrak: Ether naik 2,1% ke USD2.366, BNB +1,3% ke USD640, dan Solana +1,8% ke USD87. Hanya stablecoin dan Tron yang turun tipis 0,1% di top 10.

Aliran dana kripto global mencapai USD1,4 miliar minggu lalu, tertinggi sejak Januari, dengan Bitcoin menarik USD1,12 miliar. Indikator struktural seperti harga realisasi short-term holder di atas USD69.400 menandakan pengurangan risiko likuidasi massal.

Analisis Prospek ke Depan

Bitcoin Tembus USD77.500: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Iran, Strategy Beli BTC USD2,5 Miliar
(Foto Harga Bitcoin dari TradingView)
Pasar kini menguji level USD77.000 di sesi Eropa, dengan risiko gangguan Selat Hormuz masih ada. Breakout di atas USD80.000 bisa picu short squeeze setelah 46 hari kompresi funding rate. Namun, penurunan di bawah USD75.000 berarti katalis baru diperlukan.

Survei Nomura menunjukkan 65% investor institusional Jepang pegang Bitcoin untuk diversifikasi, dengan alokasi 2-5% direncanakan. Investor Indonesia disarankan pantau volatilitas ini untuk peluang trading atau investasi jangka panjang.

 

Next Post Previous Post