BNI Catat Laba Rp5,66 Triliun di Kuartal I 2026
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berhasil membukukan laba bersih Rp5,66 triliun pada kuartal pertama 2026. Capaian ini naik 5,2% secara year-on-year (yoy) dibandingkan Rp5,38 triliun di periode sama tahun lalu. Pertumbuhan ini menunjukkan ketahanan bisnis BNI di tengah dinamika ekonomi global.
Baca Juga: Daftar KUR BNI 2026 Sekarang Bisa Lewat HP, Begini Cara Lengkap Ajukan Pinjaman UMKM Tanpa ke Bank
Pertumbuhan Pendapatan Utama
Pendapatan operasional sebelum pencadangan (PPOP) BNI mencapai Rp9,3 triliun, rekor tertinggi untuk kuartal I dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pendapatan bunga bersih tumbuh 13,7% yoy menjadi Rp19 triliun, sementara beban bunga naik 15,84% yoy ke Rp7,97 triliun. Selain itu, pendapatan non-bunga meningkat 12,6% yoy, terutama dari fee transaksi digital.
Ekspansi Dana dan Kredit
Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh kuat, dengan dana murah (CASA) melonjak 26,6% yoy menjadi Rp731,6 triliun. Giro naik 39,7% yoy dan tabungan 10,4% yoy, memperkuat struktur pendanaan. Total kredit ekspansi 20,1% yoy mencapai Rp919,3 triliun, didukung kualitas aset yang terjaga.
Strategi dan Prospek
Kinerja positif ini ditopang platform digital seperti BNI Mobile Banking yang tingkatkan efisiensi dan pangsa pasar. Meski ada ketidakpastian geopolitik seperti konflik Timur Tengah yang pengaruhi inflasi, BNI pertahankan keseimbangan pertumbuhan, efisiensi, dan manajemen risiko. Prospek 2026 tetap optimis dengan fokus transformasi digital.

