Cara Menurunkan Desil Supaya Bisa Mendapat Bansos
Jika desil Anda terlalu tinggi (misalnya 6–10), maka otomatis tidak lolos sebagai penerima bansos. Namun, jika kondisi ekonomi sebenarnya sudah turun atau ada kesalahan data, ada mekanisme resmi untuk menurunkan desil.
Apa Itu Desil Bansos?
Desil bansos adalah peringkat kesejahteraan keluarga yang diberikan berdasarkan data pendataan DTKS/DTSEN.
Desil 1–4: umumnya berpeluang mendapat bansos, karena dianggap berada di kelompok miskin atau rentan.
Desil 5–10: dianggap semakin sejahtera, sehingga tidak masuk prioritas penerima bansos.
Ketika desil naik, bukan hanya satu program bansos yang terdampak, melainkan seluruh program bansos yang berbasis data tersebut bisa hilang.
Syarat agar Desil Bisa Turun
Tidak serta‑merta desil bisa diturunkan hanya karena ingin dapat bansos. Harus ada alasan yang valid, misalnya:
Penurunan penghasilan yang signifikan (kehilangan pekerjaan, usaha bangkrut, dsb.).
Kesalahan input data di DTKS sebelumnya (misalnya aset, jumlah tanggungan, atau pendapatan yang tercatat lebih tinggi dari kenyataan).
Tidak ada anggota rumah tangga yang tercatat sebagai ASN, TNI/Polri, atau pekerja formal dengan gaji di atas UMP.
Tanpa data pendukung yang kredibel, permohonan penurunan desil biasanya tidak akan diproses.
Cara Menurunkan Desil: Langkah‑Langkah
1. Secara Online (melalui aplikasi)
Buka Aplikasi Cek Bansos atau formulir usulan/sanggah yang disediakan Kemensos dan BPS.
Masukkan NIK dan data diri sesuai KTP/KK.
Pilih menu “Usul/Sanggahan” atau “Pembaruan Data” untuk melaporkan bahwa desil tidak sesuai kondisi terkini.
Upload bukti pendukung seperti pengurangan penghasilan, surat pemutusan kerja, atau dokumen lain yang membuktikan penurunan ekonomi.
Setelah diajukan, data akan diverifikasi oleh operator Dinas Sosial dan BPS. Jika dinyatakan benar, desil bisa turun dan status penerima bansos dapat dikembalikan.
2. Secara Offline (di kantor desa/kelurahan)
Datang ke kantor desa/kelurahan atau Dinas Sosial setempat dengan membawa KTP, KK, dan dokumen pendukung.
Ajukan permohonan pembaruan data desil dan jelaskan perubahan kondisi ekonomi.
Proses ini sering difasilitasi melalui Musyawarah Desa/Kelurahan (Musdes/Muskel), di mana aparat desa dan tokoh masyarakat melakukan verifikasi lapangan.
Hasil verifikasi akan diinput ke sistem SIKS‑NG/DTSEN, sehingga desil bisa berubah dan menjadi dasar pertimbangan penerima bansos.
Perbedaan Menurunkan Desil dan Mengajukan Sanggahan Bansos
Menurunkan desil: mengubah peringkat kesejahteraan di sistem DTKS/DTSEN, sehingga jika berhasil, otomatis berpeluang untuk semua program bansos yang berbasis data itu.
Sanggahan bansos: protes terhadap hasil seleksi program tertentu (misalnya PKH atau BPNT), meskipun desil sudah benar tetapi gagal lolos.
Jika desil sudah 5–10 padahal benar‑benar miskin, fokusnya adalah menurunkan desil. Jika desil sudah 1–4 tetapi tetap tidak dapat program tertentu, yang dibutuhkan adalah sanggahan.
Tips Agar Proses Lebih Cepat
Pastikan data KTP, KK, dan aset yang dilaporkan benar dan tidak terdapat kesalahan input.
Kumpulkan bukti konkret penurunan ekonomi (sk membuka usaha yang tutup, surat pemutusan kerja, tagihan yang menumpuk, dsb.).
Manfaatkan sosialisasi desa/kelurahan atau posko bansos untuk meminta bantuan operator desa mengusulkan pembaruan data.
Dengan langkah resmi dan data yang jelas, menurunkan desil bukanlah “cara instan” untuk curang bansos, tetapi mekanisme yang seharusnya dipakai agar bantuan tepat sasaran dan benar‑benar sampai kepada yang berhak.

