Emiten Haji Isam TEBE Tebar Dividen Rp 156 Per Saham, Cek Jadwalnya

Emiten Haji Isam TEBE Tebar Dividen Rp 156 Per Saham, Cek Jadwalnya

PT Dana Brata Luhur Tbk (kode saham: TEBE), emiten yang dikenal sebagai “cuan Haji Isam”, akan membagikan dividen tunai sebesar Rp200,46 miliar atau Rp156 per saham kepada pemegang sahamnya. Nilai dividen ini sudah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 30 Maret 2026.

Total dividen tersebut dibagikan atas 1,285 miliar saham yang telah diterbitkan perseroan. Dari sisi besaran, dividen kali ini menjadi yang tertinggi dibanding tahun sebelumnya, di mana pada tahun buku 2024 TEBE hanya membagikan dividen sekitar Rp50 per saham.

Dividen Lebih Besar dari Laba 2025

Emiten Haji Isam TEBE Tebar Dividen Rp 156 Per Saham, Cek Jadwalnya
(Foto Saham TEBE dari Google Finansial)
Meskipun laba bersih TEBE untuk tahun buku 2025 “hanya” sekitar Rp132,35–132,72 miliar, manajemen memilih membagikan dividen hingga Rp200,46 miliar. Alokasi ini dimungkinkan karena TEBE masih memiliki saldo laba ditahan yang cukup besar, yakni sekitar Rp810,84 miliar pada akhir 2025.

Langkah ini secara langsung meningkatkan dividend yield bagi pemegang saham. Jika harga saham TEBE berada di sekitar level historis tertentu, dividen Rp156 per saham bisa menghasilkan yield lebih dari 10%, bahkan beberapa sumber menyebut potensi hingga sekitar 12,33% tergantung harga pasar.

Jadwal Pembagian Dividen TEBE

Bagi investor yang ingin mendapatkan dividen tunai TEBE, ada jadwal penting yang wajib dicatat di kalender pasar saham.

Cum‑date / tanggal pendaftaran pemegang saham: Investor harus sudah tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada Jumat, 10 April 2026.

Ex‑date: Biasanya satu hari sebelum cum‑date, sehingga saham yang dibeli pada ex‑date tidak lagi berhak atas dividen tersebut.

Pembayaran dividen: Dividen tunai dijadwalkan dibayarkan pada 24 April 2026.

Implikasi bagi Investor

Bagi pemegang saham lama, pembagian dividen ini menjadi arus kas langsung yang cukup signifikan dari satu instrumen saham. Namun, investor baru yang masuk mendekati cum‑date perlu menghitung yield dan risiko jangka pendek, karena sering kali harga saham bisa tertekan pasca‑pembayaran dividen karena transaksi “right‑away setelah cum”.

Secara makro, keputusan membagikan dividen lebih besar dari laba tahun terkini menunjukkan rasa percaya diri manajemen terhadap likuiditas dan posisi laba lama TEBE, sekaligus sebagai sinyal positif bagi investor yang menyukai saham dengan payout dividen tinggi.

 

Next Post Previous Post