Harga Bitcoin Sulit Sentuh Level US$80.000, Apa Penyebabnya?

Harga Bitcoin Sulit Sentuh Level US$80.000, Apa Penyebabnya?

Pergerakan harga Bitcoin (BTC) belakangan ini terlihat lesu, meski sebelumnya sempat melesat ke level di atas US$100.000. Tak sedikit analis yang kini menilai bahwa BTC akan sulit menembus kembali level psikologis US$80.000 dalam waktu dekat, kecuali ada katalis fundamental yang kuat dan sentimen pasar yang benar‑benar berbalik positif.

Tekanan Jual dan Koreksi Bertahap

Setelah mencapai rekor tertinggi sekitar US$109.000 pada awal 2025, Bitcoin mulai mengalami koreksi bertahap. Dalam beberapa pekan, mata uang kripto terbesar itu sempat tergelincir ke bawah US$80.000, dengan penurunan harian di atas 4–6% pada beberapa sesi.

Tekanan jual yang meningkat, likuidasi posisi long di derivatif, serta sentimen pasar yang cenderung “takut” (risk‑off) ikut memperburuk pergerakan harga dan membuat level US$80.000 menjadi zona resistensi yang sulit ditembus kembali.

Faktor Makro yang Masih Menekan

Selain kondisi teknis, faktor makro global juga turut memengaruhi performa Bitcoin. Kebijakan moneter AS, volatilitas dolar, serta kekhawatiran terkait inflasi dan kebijakan tarif membuat banyak investor beralih ke aset yang dianggap lebih aman.

Dalam kondisi seperti ini, Bitcoin sebagai aset berisiko tinggi cenderung tertahan, sehingga kenaikan menuju level US$80.000 membutuhkan kombinasi pelemahan Dollar Index (DXY), kepercayaan investor yang pulih, dan permintaan beli yang lebih stabil.

Analis: Level Kunci di Sekitar US$71‑72 Ribu

Harga Bitcoin Sulit Sentuh Level US$80.000, Apa Penyebabnya?
(Foto Harga Bitcoin dari TradingView)

Beberapa analis on‑chain dan teknikal justru melihat level kunci jangka pendek berada di kisaran US$71.500. Mereka menilai area ini sebagai titik “pivot” yang akan menentukan apakah BTC bisa membentuk pola kompresi dan kembali menguat, atau justru terjebak dalam koreksi lebih dalam.

Jika demand spot dan akumulasi institusi belum terlihat kuat, analis memperkirakan pergerakan harga bisa terus bergerak sideways atau bahkan kembali menguji level di bawah US$80.000 dalam skenario koreksi lanjutan.

Apa yang Perlu Diperhatikan Investor?

Bagi investor jangka panjang, kondisi ini sering kali dianggap sebagai momen koreksi sehat setelah reli tinggi. Namun bagi trader harian, volatilitas ekstrem dan rentang pergerakan lebar membuat keputusan entri dan exit lebih sulit.

Poin penting yang perlu diperhatikan ke depan adalah:

Penembusan berkelanjutan di atas resistensi teknikal (misalnya area US$71.500–72.000).

Volume beli dan akumulasi nyata di pasar spot, bukan hanya di derivatif.

Perubahan sentimen makro global, terutama suku bunga dan kebijakan moneter AS.

Kesimpulan

Saat ini, banyak analis bersepakat bahwa Bitcoin akan sulit langsung menembus level US$80.000 tanpa katalis yang kuat dan momentum kenaikan yang benar‑benar stabil.

Namun, sebagian tetap optimistis bahwa jika pola kompresi berhasil terbentuk dan permintaan spot meningkat, potensi untuk kembali mendekati atau bahkan melampaui level US$80.000 tetap terbuka dalam jangka pendek–menengah.

 

Next Post Previous Post