H&M Tutup 160 Toko Global pada 2026, Fokus Digitalisasi
Alasan Strategis Penutupan
H&M memprioritaskan e-commerce yang kini menyumbang 30% dari total pendapatan perusahaan. Penutupan toko bertujuan mengurangi biaya staf, persediaan berlebih, dan mencapai margin lebih tinggi per meter persegi di toko unggulan.
Optimalisasi ini diprediksi beri efek positif ringan pada penjualan 2026 meski ada penurunan drastis jumlah gerai. Tren industri ritel global mendorong pergeseran ke belanja omnichannel, termasuk situs web, marketplace, dan media sosial.
Dampak pada Konsumen dan Industri
Pelanggan H&M kini bisa berbelanja fleksibel di toko fisik terpilih, online, atau hybrid sesuai preferensi. Sejak 2019, H&M sudah tutup 1.000 toko serupa, menandakan akselerasi digital pasca-pandemi.
Di Indonesia, belum ada konfirmasi penutupan spesifik, tapi tren ini sejalan dengan tantangan ritel lokal akibat e-commerce. H&M tekankan adaptasi perilaku konsumen yang semakin digital.
Prospek ke Depan
Strategi ini perkuat posisi H&M di tengah kompetisi ketat fast fashion. Dengan fokus digital, perusahaan harap tingkatkan kepuasan pelanggan melalui ketersediaan produk anytime-anywhere.

