ID Food Kesulitan Pasokan Kemasan Plastik, Harga Bahan Baku Melonjak
PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), atau ID Food, sedang mengalami kesulitan serius dalam mendapatkan kemasan plastik untuk produk pangan mereka. Direktur Utama ID Food, Ghimoyo, menyampaikan keluhan ini saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Senayan, Jakarta, pada Selasa, 7 April 2026. Masalah ini muncul karena kelangkaan biji plastik di seluruh pabrik produsen.
Penyebab Utama Gangguan Pasokan
Konflik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, menjadi pemicu utama seretnya pasokan plastik global. Produsen di negara-negara seperti Singapura, China, Korea Selatan, Taiwan, dan Thailand mengumumkan kondisi force majeure, sehingga impor plastik ke Indonesia terganggu. Harga bahan baku plastik pun melonjak hingga 50 persen, memengaruhi rantai pasok di Asia.
Dampak pada Industri Pangan
Kemasan plastik krusial untuk berbagai produk seperti beras, minyak goreng, pupuk, dan kemasan kiloan lainnya. Gangguan ini menyebabkan penundaan produksi dan distribusi, yang berdampak langsung pada ketersediaan pangan. Indonesia Packaging Federation (IPF) memprediksi kenaikan harga kemasan fleksibel hingga 40 persen.
Tantangan ke Depan
Situasi ini menambah beban bagi pelaku industri pangan di Indonesia, di mana ketergantungan pada impor bahan baku masih tinggi. Pemerintah dan pelaku usaha diharapkan segera mencari solusi, seperti diversifikasi sumber pasokan atau pengembangan bahan kemasan alternatif. Tanpa intervensi cepat, krisis ini berpotensi memicu kenaikan harga pangan secara luas.

