IGRS Resmi Jadi Rating Game di Steam Indonesia

IGRS Resmi Jadi Rating Game di Steam Indonesia

Indonesia Game Rating System (IGRS) kini resmi diterapkan sebagai sistem rating usia untuk game di platform Steam khusus wilayah Indonesia. Sistem ini bertujuan melindungi pemain, terutama anak-anak, dengan mengklasifikasikan konten game sesuai umur yang sesuai.

Apa Itu IGRS?

IGRS dikembangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebagai panduan nasional pertama di ASEAN untuk game digital. Diresmikan pada IGDX 2025 di Bali oleh Menteri Meutya Hafid, sistem ini menilai konten berdasarkan nilai lokal dan kearifan budaya Indonesia.

Rating mencakup kategori seperti 3+, 7+, 13+, 15+, 18+, hingga RC (Refused Classification) untuk konten tidak layak didistribusikan. Game baru wajib urus rating via Steam Content Survey sebelum rilis, sementara game lama dinilai otomatis berdasarkan data Valve.

Implementasi di Steam

IGRS Resmi Jadi Rating Game di Steam Indonesia

Pada April 2026, banyak game Steam sudah tampilkan label IGRS di halaman Indonesia. Valve bekerja sama dengan IGRS untuk menyembunyikan game tanpa rating atau RC dari pengguna lokal di masa depan, meski saat ini game RC seperti GTA V masih bisa dibeli.

Server online beberapa game RC mulai diblokir via ISP Indonesia. Pengembang bisa ajukan self-assessment via situs IGRS untuk koreksi rating yang kurang akurat.

Contoh Rating Game Populer

Game

Rating IGRS

Alasan Utama

Crimson Desert

18+

Kekerasan intens

Resident Evil Requiem

18+

Horor dan darah

Balatro

3+

Konten ringan

Umamusume: Pretty Derby

18+

Simulasi judi, interaksi daring

GTA V

Not Fit (RC)

Kekerasan ekstrem, dewasa

Girls’ Frontline

Not Fit (RC)

Tema dewasa


Beberapa rating terasa kontroversial, seperti Balatro yang ramah anak tapi Umamusume kena 18+ karena elemen judi simulasi. Ini mungkin karena data Valve belum sempurna.

Dampak bagi Gamer dan Industri

IGRS ciptakan ekosistem game lebih aman tapi picu kekhawatiran soal game gagal rilis di Indonesia. Industri harap proses rating dipercepat agar tak hambat kreativitas developer lokal dan global.

Sistem ini jadi pelindung anak sekaligus tantangan distribusi, dengan potensi fondasi kuat untuk gaming Indonesia ke depan.
Next Post Previous Post