IHSG Melesat 2,07% ke 7.458, Saham City Reksa, WBSA & DIVA Memimpin Top Gainers
| (Foto IHSG dari Google Finansial) |
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan hari ini, Jumat (10/4/2026) di zona hijau dengan kenaikan 2,07% ke level 7.458,49. Penguatan ini dipicu oleh aksi beli saham yang menguat masif di sejumlah emiten seperti saham PT Natura City Development Tbk (CITY), PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), dan PT Distribusi Voucher Indonesia Tbk (DIVA) yang masuk jajaran top gainers.
Penguatan ini juga didukung oleh koreksi harga minyak global dan teknikal positif di pasar saham Indonesia, sementara cadangan devisa RI yang turun tetap dianggap masih aman oleh para analis.
Performa IHSG dan Top Gainers
| (Foto Saham CITY dari Google Finansial) |
Di sisi lain, saham-saham besar seperti BBRI dan BBCA juga turut menguat dengan kenaikan sekitar 3-3,5%, yang menunjukkan sentimen positif merata di berbagai sektor. Indeks ini bergerak di rentang 7.346 hingga 7.488 selama sesi perdagangan, dengan kapitalisasi pasar yang mencapai Rp13.215 triliun.
Prediksi Hari Ini dan Dampak Makroekonomi
Para analis memprediksi IHSG akan menguat dan menguji resistance di level 7.300-7.350, yang tampaknya terlampaui pada hari ini. Penguatan indeks ini juga didukung oleh seluruh sektor yang berada di zona hijau, termasuk energi, konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, transportasi, teknologi, keuangan, properti, industri, dan kesehatan.
Cadangan devisa Indonesia meski turun, dinilai masih aman, sehingga sentimen investor tetap optimis. Namun, perlu diwaspadai potensi profit-taking dan volatilitas pasar, terutama jika koreksi harga minyak global berlanjut atau jika ada perkembangan geopolitik yang memicu kekhawatiran baru.
Dampak Makroekonomi Terhadap Saham-Saham Ini
Penguatan saham CITY, WBSA, dan DIVA Sendsir dari sentimen positif seputar prospek sektor properti, logistik, dan teknologi keuangan yang dianggap akan tumbuh pesat di Indonesia. Pemerintah Indonesia terus menggenjot investasi infrastruktur dan digitalisasi, yang mendukung kinerja emiten-emiten ini.
Selain itu, penurunan harga minyak global dapat mengurangi beban biaya operasional bagi perusahaan logistik seperti WBSA, sehingga meningkatkan marjin keuntungan. Namun, jika ada lonjakan harga komoditas atau kenaikan suku bunga global yang berdampak pada inflasi, maka volatilitas pasar saham dapat meningkat dan memicu koreksi sementara.
Kesimpulan
IHSG yang melesat 2,07% ke 7.458 hari ini menunjukkan sentimen positif yang kuat di pasar saham Indonesia, dengan saham CITY, WBSA, dan DIVA menjadi pemicu utama penguatan. Penguatan ini didukung oleh koreksi harga minyak global dan teknikal positif, serta prospek makroekonomi yang relatif stabil.
Namun, investor tetap perlu berhati-hati terhadap potensi volatilitas dan koreksi di masa depan, terutama jika ada perubahan kondisi makroekonomi global atau domestik yang signifikan.

