Impor Plastik Indonesia Capai US$873,2 Juta pada Februari 2026
Indonesia mencatat impor plastik dan barang dari plastik sebesar US$873,2 juta atau sekitar Rp14,84 triliun pada Februari 2026 (kurs Rp17.000). Angka ini menurun dibanding Januari 2026 (US$949,2 juta), tapi naik dari Februari 2025 (US$810,4 juta).
Data Utama Impor
Impor plastik menyumbang defisit perdagangan nonmigas signifikan, mencapai US$1,39 miliar untuk Januari-Februari 2026. Secara kumulatif Januari-Februari, total impor plastik capai US$1,82 miliar dengan volume 1,18 juta ton, naik 6,79% (nilai) dan 13,62% (volume) year-on-year.
|
Periode |
Nilai Impor (US$ juta) |
Perubahan yoy |
|
Feb 2025 |
810,4 |
- |
|
Feb 2026 |
873,2 |
+7,7% |
|
Jan 2026 |
949,2 |
- |
|
Jan-Feb 2026 |
1.822 |
+6,79% |
Negara Pemasok Terbesar
China mendominasi dengan US$380,1 juta, diikuti Thailand (US$82,7 juta) dan Korea Selatan (US$66,7 juta). Ketergantungan ini mencapai 60% bahan baku plastik impor, membuat industri rentan terhadap gangguan global.
Dampak Kenaikan Harga
Kenaikan harga plastik hingga Rp6.000 per pak (dari Rp17.000 ke Rp23.000) dipicu perang di Timur Tengah sejak 28 Februari 2026, mengganggu pasokan bahan baku seperti etilena. Hal ini terasa di kemasan produk dan industri hulu, dengan pemerintah mencari pemasok alternatif. Pedagang melaporkan kenaikan pra-Lebaran akibat kelangkaan.

