Indocement (INTP) Cetak Laba Bersih Rp 2,25 Triliun pada 2025
Penurunan Pendapatan dan Laba Bruto
Pendapatan neto INTP menyusut 4,24% menjadi Rp 11,96 triliun dari Rp 12,49 triliun pada 2024, menyebabkan laba bruto turun 4,79% ke Rp 5,77 triliun. Penurunan ini mencerminkan tantangan pasar semen domestik yang melemah, seperti terlihat pada kinerja triwulan III-2025 di mana laba bersih hanya naik tipis 0,7% menjadi Rp 1,06 triliun. Kondisi ini juga terpantau pada kuartal I-2025, dengan laba bersih melorot 11,5% ke Rp 210,67 miliar.
Faktor Pendorong Pertumbuhan Laba
Laba sebelum beban pajak naik 11,38% menjadi Rp 2,74 triliun, didukung penurunan beban usaha 1,34% ke Rp 3,68 triliun dari Rp 3,73 triliun. Keuntungan tambahan datang dari divestasi dan pengukuran ulang investasi asosiasi senilai Rp 669,98 miliar, serta pendapatan keuangan yang melonjak 55,49% menjadi Rp 207,32 miliar. Strategi seperti penggunaan bahan bakar alternatif turut menjaga marjin di tengah penjualan yang melambat.
Perbandingan dengan 2024
Berikut perbandingan kinerja utama INTP antara 2025 dan 2024:
|
Metrik |
2025 (Rp Triliun) |
2024 (Rp Triliun) |
Perubahan YoY |
|
Pendapatan Neto |
17,73 |
18,55 |
-4,42% |
|
Laba Bruto |
5,77 |
6,06 |
-4,79% |
|
Laba Sebelum Pajak |
2,74 |
2,46 |
+11,38% |
|
Laba Bersih |
2,25 |
2,01 |
+11,44% |
|
Total Aset |
31,73 |
Tidak tersedia |
- |
Prestasi 2024 sebelumnya mencatat pertumbuhan laba bersih 2,96% ke Rp 2 triliun, dengan pendapatan naik 3,3% menjadi Rp 18,548 triliun. Secara keseluruhan, INTP menunjukkan ketahanan melalui pengendalian biaya meski menghadapi tekanan pasar.

