Indocement (INTP) Cetak Laba Bersih Rp 2,25 Triliun pada 2025

Indocement (INTP) Cetak Laba Bersih Rp 2,25 Triliun pada 2025
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), emiten semen terkemuka, mencatat laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,25 triliun sepanjang 2025, naik 11,44% dibandingkan Rp 2,01 triliun pada 2024. Meski pendapatan neto turun 4,42% menjadi Rp 17,73 triliun dari Rp 18,55 triliun tahun sebelumnya, perusahaan berhasil meningkatkan efisiensi operasional. Total aset INTP mencapai Rp 31,73 triliun per akhir 2025, dengan ekuitas Rp 23,20 triliun dan liabilitas Rp 8,52 triliun.

Penurunan Pendapatan dan Laba Bruto

Pendapatan neto INTP menyusut 4,24% menjadi Rp 11,96 triliun dari Rp 12,49 triliun pada 2024, menyebabkan laba bruto turun 4,79% ke Rp 5,77 triliun. Penurunan ini mencerminkan tantangan pasar semen domestik yang melemah, seperti terlihat pada kinerja triwulan III-2025 di mana laba bersih hanya naik tipis 0,7% menjadi Rp 1,06 triliun. Kondisi ini juga terpantau pada kuartal I-2025, dengan laba bersih melorot 11,5% ke Rp 210,67 miliar.

Faktor Pendorong Pertumbuhan Laba

Laba sebelum beban pajak naik 11,38% menjadi Rp 2,74 triliun, didukung penurunan beban usaha 1,34% ke Rp 3,68 triliun dari Rp 3,73 triliun. Keuntungan tambahan datang dari divestasi dan pengukuran ulang investasi asosiasi senilai Rp 669,98 miliar, serta pendapatan keuangan yang melonjak 55,49% menjadi Rp 207,32 miliar. Strategi seperti penggunaan bahan bakar alternatif turut menjaga marjin di tengah penjualan yang melambat.

Perbandingan dengan 2024

Berikut perbandingan kinerja utama INTP antara 2025 dan 2024:

Metrik

2025 (Rp Triliun)

2024 (Rp Triliun)

Perubahan YoY

Pendapatan Neto

17,73

18,55

-4,42%

Laba Bruto

5,77

6,06

-4,79%

Laba Sebelum Pajak

2,74

2,46

+11,38%

Laba Bersih

2,25

2,01

+11,44%

Total Aset

31,73

Tidak tersedia

-


Prestasi 2024 sebelumnya mencatat pertumbuhan laba bersih 2,96% ke Rp 2 triliun, dengan pendapatan naik 3,3% menjadi Rp 18,548 triliun. Secara keseluruhan, INTP menunjukkan ketahanan melalui pengendalian biaya meski menghadapi tekanan pasar.


Next Post Previous Post