INTP Hentikan Buyback Saham Lebih Awal
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) baru saja mengumumkan penghentian program pembelian kembali saham (buyback) lebih cepat dari jadwal. Keputusan ini diambil karena target pembelian sudah tercapai, menunjukkan strategi optimalisasi modal yang prudent.
Detail Program Buyback
Program buyback INTP dimulai pada 21 Mei 2025 dan semula direncanakan berlangsung hingga 21 Mei 2026 selama 12 bulan. Perusahaan berhasil membeli kembali 66,2 juta saham, setara 1,88% dari total saham beredar, dengan total nilai Rp437,9 miliar pada harga rata-rata Rp6.610 per saham.
Pengumuman resmi disampaikan oleh Corporate Secretary Dani Handajani melalui keterbukaan informasi di BEI pada 8 April 2026. Penghentian efektif dilakukan untuk mengoptimalkan struktur permodalan dan pengelolaan kas perusahaan.
Alasan Penghentian Dini
Manajemen INTP mempertimbangkan realisasi buyback yang sudah memenuhi target sebagai alasan utama. Langkah ini juga bagian dari upaya efisiensi keuangan di tengah kondisi pasar semen yang kompetitif.
Strategi buyback awalnya didasari saham undervalued, dengan anggaran maksimal hingga Rp2,25 triliun yang disetujui RUPS pada 2025. Namun, hanya sebagian kecil dana yang digunakan karena target tercapai lebih awal.
Implikasi bagi Investor
Penghentian buyback ini bisa menandakan kepercayaan manajemen terhadap valuasi saham saat ini. Investor dapat memantau kinerja INTP di sektor semen, di mana permintaan domestik masih stabil meski ada tekanan biaya bahan baku.
Secara keseluruhan, aksi ini memperkuat posisi kas INTP untuk ekspansi atau dividen potensial ke depan.

