Jepang, Korsel, Singapura Jamin Pasokan Bahan Bakar Australia di Tengah Konflik
Australia kembali memberikan jaminan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri masih terkendali, meski konflik di Timur Tengah terus memicu kekhawatiran gangguan rantai pasokan global. Pemerintah Australia menyatakan bahwa kapal‑kapal pengangkut BBM tetap berdatangan ke pelabuhan, sementara cadangan domestik disebut masih cukup untuk belasan hari konsumsi normal.
Jaminan dari Negara Pemasok Utama
Pemerintah Australia telah mendapatkan komitmen dari negara‑negara pemasok utama di Asia, termasuk Jepang, Korea Selatan, dan Singapura, untuk tetap melanjutkan pengiriman BBM ke Australia. Menteri Asisten Luar Negeri dan Perdagangan, Matt Thistlethwaite, mengatakan ia telah meminta dan menerima jaminan bahwa pasokan tidak akan dibatasi meski sejumlah negara cenderung memperkuat stok domestik akibat ketegangan Iran.
Data dari Institute for Energy Economics and Financial Analysis menunjukkan sekitar seperempat impor BBM Australia berasal dari Korea Selatan, sementara sekitar 13 persen pasokan datang dari Malaysia, yang berdekatan dengan Singapura.
Cadangan BBM dan Langkah Mitigasi
Di tengah sinyal gangguan global, Australia juga memutuskan melepaskan sekitar 762 juta liter bensin dan solar dari cadangan strategis, yang setara sekitar 20 persen dari ketentuan stok minimum pemerintah. Langkah ini dimaksudkan untuk memberi fleksibilitas bagi perusahaan bahan bakar mengelola rantai pasokan di tengah lonjakan permintaan dan kendala pengiriman di sekitar Timur Tengah.
Sebelumnya, Menteri Energi Australia Chris Bowen sempat menyatakan cadangan BBM domestik mencapai rekor lebih dari satu dekade, dengan bensin tersedia sekitar 36 hari, diesel 34 hari, dan bahan bakar jet sekitar 32 hari.
Diversifikasi Pasokan dan Penyesuaian Aturan
Untuk mengurangi ketergantungan pada jalur Timur Tengah, Australia juga berupaya mendiversifikasi sumber impor BBM, termasuk dengan mempertimbangkan pasokan dari Amerika Serikat dan Meksiko. Di sisi lain, otoritas Australia memutuskan untuk menurunkan standar kualitas diesel selama enam bulan ke depan agar pasar dapat memanfaatkan lebih banyak jenis produk dari berbagai pemasok, termasuk dari AS, Kanada, dan Eropa.
Langkah‑langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya mencegah kelangkaan lokal seperti yang sempat terjadi di ratusan SPBU di berbagai wilayah Australia akibat kombinasi lonjakan permintaan dan gangguan rute distribusi.

