Kenaikan Harga Plastik Hingga 80 Persen, Pemerintah Siapkan Mitigasi

Kenaikan Harga Plastik Hingga 80 Persen, Pemerintah Siapkan Mitigasi

Harga plastik di Indonesia melonjak 30-80 persen akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan AS, Israel, dan Iran. Konflik ini mengganggu pasokan bahan baku utama seperti nafta, yang merupakan turunan minyak bumi, sehingga biaya produksi plastik naik tajam secara global.

Dampak pada UMKM

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) paling terpukul karena ketergantungan tinggi pada plastik untuk kemasan produk. Banyak pengusaha mengeluhkan biaya kemasan yang membengkak, berpotensi menaikkan harga jual atau mengurangi margin keuntungan. Pedagang di Jakarta bahkan melaporkan pembeli menyusut karena harga makin mahal.

Respons Pemerintah

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyatakan pemerintah sedang membahas mitigasi, termasuk koordinasi dengan Kementerian Perdagangan. Langkah awal mencakup intervensi pasar, penguatan distribusi bahan baku, dan dorongan produksi plastik nasional untuk kurangi ketergantungan impor. Anggota DPR RI Firnando Ganinduto mendesak tindakan cepat agar UMKM terlindungi.

Penyebab Utama

Lonjakan harga dipicu krisis pasokan global dari konflik Timur Tengah, yang sempat membuat harga polimer naik hingga 90 persen. Di pasar domestik, kenaikan ini terasa sejak akhir Maret 2026, memengaruhi industri kemasan secara luas. Pemerintah kini mencari alternatif bahan baku untuk stabilkan harga.

Next Post Previous Post