Kinerja Keuangan SIG 2025: Pendapatan dan Laba Bersih
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) merilis laporan keuangan audited tahun 2025 yang menunjukkan ketahanan bisnis di tengah tantangan pasar domestik semen yang melambat. Meski laba bersih turun signifikan, perusahaan berhasil mempertahankan profitabilitas melalui transformasi strategis.
Ringkasan Angka Utama
Volume penjualan: 37,93 juta ton.
Pendapatan: Rp35,24 triliun (turun tipis dari Rp36,18 triliun pada 2024).
Beban pokok pendapatan: Rp28,17 triliun (sedikit lebih rendah dari Rp28,25 triliun tahun sebelumnya).
EBITDA: Rp4,49 triliun.
Laba sebelum pajak: Rp602 miliar.
Laba bersih: Rp190,84 miliar hingga Rp191 miliar (penurunan 73,48% YoY dari Rp719,76 miliar).
Pendapatan yang stabil didukung oleh penjualan regional yang naik 14,3% menjadi 7,95 juta ton, sementara pasar domestik mengalami kontraksi.
Faktor Penopang Kinerja
Transformasi bisnis SIG sejak Juli 2025 fokus pada pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, dan optimalisasi produk turunan semen. Beban pokok pendapatan turun 0,3% YoY, beban usaha (non-operasional lainnya) turun 1,1%, dan biaya keuangan bersih turun 32,7% berkat tata kelola keuangan yang solid.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menekankan bahwa inisiatif ini membuktikan adaptasi perusahaan terhadap dinamika industri.
Tantangan dan Strategi ke Depan
Pasar semen domestik lesu sepanjang 2025, terlihat dari penurunan volume dan pendapatan di kuartal I (8,57 juta ton dan Rp7,65 triliun). Namun, SIG optimis dengan proyek ekspor dari Tuban (kapasitas 500 ribu-1 juta ton mulai pertengahan 2026) bersama Taiheiyo Cement, plus pengembangan soil stabilization.
Perusahaan juga prioritaskan keberlanjutan, seperti penurunan emisi GRK dan energi terbarukan.

