Koperasi Desa Merah Putih di Ambon Bakal Kelola Listrik dari PLTS
Kerja sama Kemenkop dan Swasta
Kehadiran PLTS mini di Ambon ini lahir dari kerja sama antara Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop) dengan PT Energy Absolute GreenX Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang energi bersih. Melalui kerja sama ini, pemerintah berharap infrastruktur listrik di daerah terpencil bisa dipercepat tanpa menunggu proyek besar jaringan listrik nasional.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan bahwa PLTS mini yang dibangun diperkirakan berkapasitas sekitar 0,5 megawatt (MW). Unit ini akan dibangun di desa dan kelurahan yang kondisi kelistrikannya masih terbatas, sehingga bisa menjadi solusi cepat agar masyarakat segera teraliri listrik.
Peran Koperasi Desa Merah Putih
PLTS mini di Ambon tidak dikelola langsung oleh PLN atau BUMN, melainkan diserahkan kepada masyarakat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Koperasi akan mengelola operasional, pemasaran, hingga penagihan listrik ke rumah tangga dan pelaku usaha di sekitar.
Model ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang mengarah ke “satu desa satu megawatt” melalui koperasi energi. Koperasi tidak hanya menjadi penyedia listrik, tetapi juga penggerak ekonomi lokal, misalnya menyuplai listrik untuk aktivitas nelayan, pertanian, dan usaha mikro kecil lainnya.
Pilot Project di Ambon dan Potensi Ekonomi
Ambon dipilih sebagai salah satu lokasi proyek percontohan (pilot project) PLTS mini Kopdeskel Merah Putih. Gubernur Maluku dan jajaran pemerintah daerah juga memberi dukungan, termasuk dalam akses infrastruktur dan transportasi, mengingat Maluku terdiri dari banyak pulau sehingga pasokan peralatan PLTS dan logistik menjadi tantangan tersendiri.
Executive Chairman PT Energy Absolute GreenX Indonesia, Justine Joel, mengatakan bahwa pihaknya memandang proyek ini bukan hanya masalah investasi, tetapi juga misi membantu program pemerintah dalam mendorong energi bersih dan akses listrik di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Meski butuh investasi besar, perusahaan bersedia mengatasi kendala biaya agar program bisa berjalan.
Dampak bagi Masyarakat dan UMKM
Dengan tersalurnya listrik dari PLTS mini, masyarakat di sekitar desa dan kelurahan akan merasakan beberapa manfaat praktis, seperti:
Rumah tangga bisa memakai listrik untuk lampu, kipas, dan peralatan elektronik sederhana.
Nelayan dapat mengakses listrik untuk penyimpanan ikan (cold storage mini) dan pengoperasian alat bantu tangkap.
Petani dan peternak bisa mengoperasikan pompa air tenaga listrik untuk irigasi atau pengolahan air.
Koperasi desa juga berpotensi mendapatkan pendapatan tetap (recurring income) dari penjualan listrik, yang bisa digunakan untuk memperkuat modal usaha, membiayai kegiatan sosial, atau mengembangkan program pemberdayaan lain di desa.
Langkah ke Depan
Rencana PLTS mini Kopdeskel Merah Putih di Ambon menjadi bagian dari upaya nasional percepatan transisi energi dan pemerataan akses listrik. Kemenkop berharap model ini bisa direplikasi ke puluhan atau ratusan desa-kelurahan lain di seluruh Indonesia, yang saat ini masih mengalami keterbatasan listrik atau bergantung pada energi yang lebih mahal dan berisiko lingkungan.
Bagi masyarakat Ambon, kehadiran PLTS mini Kopdes Merah Putih bukan hanya soal “lampu menyala”, tetapi juga salah satu jalur untuk memperkuat ekonomi desa, meningkatkan kualitas hidup, dan mendekatkan energi bersih ke lingkungan terdekat.

