Laba Bersih BBRI Tembus Rp7,73 Triliun Hingga Februari 2026

Laba Bersih BBRI Tembus Rp7,73 Triliun Hingga Februari 2026

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang mengesankan di awal 2026. Laba bersih individual perseroan hingga Februari 2026 mencapai Rp7,73 triliun, tumbuh 17,04% secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Pinjaman KUR BRI 2026: Panduan Lengkap Syarat dan Tabel Cicilan Terbaru

Pertumbuhan Laba Bulanan

Pada Januari 2026, BRI membukukan laba bersih Rp3,72 triliun, melonjak 85,4% yoy berkat pemulihan pendapatan bunga dan efisiensi beban provisi.

Februari 2026 menyumbang Rp4,01 triliun, meski turun 12,81% yoy namun naik 7,67% secara month-on-month (mom), sehingga total 2M26 tembus Rp7,73 triliun.

Pencapaian ini melampaui ekspektasi pasar di tengah tekanan suku bunga.

Faktor Pendorong Utama

Pendapatan bunga bersih naik 4,84% yoy menjadi Rp19,14 triliun, didukung penyaluran kredit Rp1.346,16 triliun yang tumbuh 10,49% yoy.

Pendapatan komisi bertambah 1,12% yoy ke Rp3,26 triliun, sementara beban operasional turun 2,39% yoy menjadi Rp9,53 triliun.

Laba operasional capai Rp9,61 triliun (naik 13,14% yoy), dengan laba sebelum pajak Rp9,58 triliun (naik 15,83% yoy).

Konteks Tahunan

Tahun 2025, BRI mencetak laba konsolidasi Rp57,13 triliun, turun 5,26% dari 2024 meski kredit tumbuh positif.

Proyeksi dividen final 2026 disebut menjanjikan berkat momentum awal tahun ini.

Strategi efisiensi dan penguatan CASA menjadi penopang utama profitabilitas BBRI.

 

Next Post Previous Post