Lo Kheng Hong Borong Saham DILD dan GJTL, Tambah Kepemilikan Hingga April 2026
Investor legendaris asal Indonesia, Lo Kheng Hong, terus menunjukkan ketertarikannya pada dua emiten berbeda sektor: PT Intiland Development Tbk. (kode saham: DILD) dan PT Gajah Tunggal Tbk. (kode saham: GJTL).
Data terbaru hingga April 2026 menunjukkan bahwa Lo Kheng Hong kembali memperbesar portofolio saham di kedua perusahaan itu, baik melalui penambahan kepemilikan bertahap maupun aksi borong di tengah sentimen pasar yang fluktuatif.
Siapa Lo Kheng Hong?
Lo Kheng Hong adalah salah satu investor value paling ikonik di Indonesia, dikenal dengan pendekatan investasi jangka panjang dan kesetiaannya pada emiten‑emiten yang dipilih berdasarkan fundamental kuat. Ia kerap menjadi sorotan ketika memborong saham tertentu, karena aksinya sering dianggap sebagai sinyal positif bagi investor ritel.
Aksi borong di DILD
| (Foto Saham Dild dari Google Finansial) |
Dalam beberapa wawancara dan unggahan analis pasar, Lo Kheng Hong menjelaskan bahwa penambahan saham DILD didorong oleh:
Nilai intrinsik yang ia pandang masih terbilang murah dibanding potensi aset tanah dan proyek yang dimiliki.
Rekam jejak manajemen dan sejarah proyek yang dinilainya konsisten, meskipun kinerja laba beberapa waktu tertekan.
Kenapa GJTL ikut diborong?
| (Foto Saham GJTL dari Google Finansial) |
Dalam kacamata value investor, GJTL menarik karena:
Jaringan distribusi yang luas dan posisi pasar yang relatif kuat di industri ban domestik.
Potensi pemanfaatan dividen dan pembagian laba yang rutin, selaras dengan kebiasaan Lo Kheng Hong menyukai perusahaan yang berbagi sebagian laba kepada pemegang saham.
Implikasi bagi investor ritel
Aksi borong saham DILD dan GJTL oleh Lo Kheng Hong hingga April 2026 menjadi perhatian kalangan investor ritel karena:
Memperkuat sentimen positif terhadap prospek kedua emiten tersebut dalam jangka menengah‑panjang.
Namun, investor ritel tetap perlu melakukan analisis sendiri—melihat laporan keuangan, struktur aset, dan risiko sektoral—bukan hanya mengikuti “label” investor ternama.
Secara umum, pola Lo Kheng Hong menunjukkan preferensi pada emiten dengan aset riil, rekam jejak produktivitas, dan potensi arus kas yang stabil, baik di sektor properti seperti DILD maupun industri manufaktur seperti GJTL.

