Lonjakan Biaya Plastik Picu Kenaikan Harga Minyak Goreng
Pemerintah mengakui bahwa harga minyak goreng kemasan premium mulai naik akibat melonjaknya biaya plastik kemasan. Meski pasokan minyak sawit aman, krisis bahan baku plastik dari hulu memengaruhi harga jual di tingkat ritel.
Penyebab Utama Kenaikan
Lonjakan harga plastik disebabkan gangguan pasokan biji plastik atau nafta, yang dipicu dinamika global seperti konflik Timur Tengah. Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa hampir semua kemasan minyak goreng menggunakan plastik, sehingga biaya produksi ikut terkerek. Harga minyak goreng premium kini tembus Rp 21.796 per liter menurut Sistem Pemantauan Pasar (SP2KP).
Dampak ke Konsumen
Kenaikan ini tidak hanya terbatas pada minyak goreng, tapi juga mengancam 12 bahan dapur lain seperti beras, gula, dan air minum kemasan yang bergantung pada plastik. Konsumsi minyakita melonjak karena peralihan dari minyak curah, menambah tekanan pada pasar. Pemerintah dan industri sedang berupaya stabilkan pasokan plastik untuk cegah inflasi lebih lanjut.
Respons Pemerintah
Budi Santoso menjamin tidak ada kelangkaan minyak goreng, fokus utama adalah atasi masalah plastik dari hulu. Asosiasi seperti PASPI juga konfirmasi bahwa kemasan plastik jadi pemicu utama kenaikan harga domestik. Konsumen disarankan pantau harga di SP2KP dan pilih kemasan ekonomis sementara.

