Matahari (LPPF) Siap Bagi Dividen Rp250 per Saham Tahun Buku 2025
PT Matahari Department Store Tbk (kode saham: LPPF) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp250 per saham untuk tahun buku 2025, dengan total dividen senilai Rp556,8 miliar. Pembagian ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 15 April 2026 dan menjadi salah satu aksi korporasi yang menarik perhatian investor di sektor ritel domestik.
Besaran dan nilai dividen
Manajemen LPPF menetapkan dividen Rp250 per saham untuk tahun buku 2025, setelah sebelumnya hanya mengusulkan angka yang sama dalam laporan keuangan dan paparan publik. Total dividen yang dibagikan mencapai sekitar Rp556,81 miliar, yang didistribusikan kepada seluruh pemegang saham yang namanya tercatat pada tanggal record sesuai jadwal resmi.
Dengan harga saham LPPF yang berada di kisaran Rp1.850–Rp1.910 per saham pada awal 2026, dividen Rp250 ini memberikan dividend yield sekitar 13–13,5%, yang masih tergolong tinggi untuk emiten ritel di bursa.
Konteks kinerja keuangan 2025
Pembagian dividen ini dilakukan setelah LPPF membukukan laba bersih tahun 2025 sekitar Rp725,4 miliar, jauh lebih kecil dibanding 2024 karena tertekan penurunan penjualan dan laba. Meski begitu, saldo laba ditahan perusahaan tetap besar, dengan ekuitas sekitar Rp272,9 triliun dan laba ditahan bebas penggunaan di atas Rp3,8 triliun, sehingga manajemen menilai masih cukup aman untuk membagikan dividen “jumbo” kepada pemegang saham.
Besaran dividen Rp250 per saham juga lebih rendah ±17% dibanding dividen tahun lalu yang mencapai Rp300 per saham, sebagai penyesuaian atas kondisi kinerja dan kebutuhan belanja modal perusahaan.
Jadwal pembayaran dividen
Jadwal pembagian dividen LPPF 2025 memperhatikan cut‑off pencatatan pemegang saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan keterbukaan informasi, jadwal utamanya meliputi:
Cum Dividen di Pasar Reguler & Pasar Negosiasi: 23 April 2026
Tanggal Ex Dividen: 24 April 2026
Tanggal Record / Pencatatan Pemegang Saham: 27 April 2026
Tanggal Pembayaran Dividen: 4 Mei 2026
Artinya, investor yang membeli saham LPPF paling lambat pada 23 April 2026 (dalam sesi reguler dan negosiasi) akan berhak atas dividen Rp250 per saham, dan dana akan masuk ke rekening efek paling awal pada 4 Mei 2026.
Implikasi bagi investor
Bagi investor berorientasi dividen, LPPF menawarkan yield tahunan yang relatif menarik dibanding banyak emiten besar lain, meski fundamental sektor ritel masih berada di bawah tekanan daya beli masyarakat.
Namun, investor perlu mempertimbangkan bahwa:
Dividen tahun depan bisa berubah tergantung kinerja penjualan dan laba.
Kenaikan harga saham sering kali mengikuti pola “buy before cum” dan “sell after ex”, sehingga risiko penurunan harga sekitar tanggal ex‑dividend perlu diantisipasi.

