Min Aung Hlaing Terpilih Presiden Myanmar
Pemimpin junta militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, resmi terpilih sebagai presiden melalui pemungutan suara di parlemen pada 3 April 2026. Ia memenangkan 429 suara, unggul jauh atas kandidat lain seperti Nyo Saw yang hanya mendapat 126 suara.
Latar Belakang Pemilihan
Pemilihan ini menyusul pemilu kontroversial Desember 2025-Januari 2026 yang dimenangkan partai pro-junta Union Solidarity and Development Party. Parlemen didominasi militer dan sekutunya, sehingga hasilnya mudah ditebak. Min Aung Hlaing mundur sementara dari posisi junta untuk ikut bertarung.
Sejarah Kekuasaan Junta
Min Aung Hlaing telah memegang kekuasaan de facto sejak kudeta 2021 yang menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi. Status darurat berakhir, tapi ini dilihat sebagai manuver untuk legitimasi. Pemilu dikritik PBB dan Barat sebagai tidak demokratis.
Reaksi dan Dampak
Pengumuman dibuat Ketua Parlemen Aung Lin Dwe di Naypyidaw. Langkah ini memperkuat cengkeraman militer di tengah konflik berkepanjangan. Kritik internasional menyoroti kurangnya legitimasi proses.

